Dibebani Medali Emas SEA Games, Luis Milla Janjikan Permainan Terbaik

Sepakbola SEA Games 2017/DWI SETYADI/PR

JAKARTA, (PR).- Kendati emas bukan merupakan target yang dibebankan oleh Satlak Prima, tapi PSSI tetap ngotot Tim Nasional (Timnas) U-22 harus bisa membawa pulang medali emas SEA Games. Jika tidak, maka akan ada sanksi yang akan diberikan oleh Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi kepada para pemain dan pelatih Timnas. 

Menanggapi peringatan dari PSSI tersebut, Pelatih Timnas U-22 Luis Milla pada saat pelepasan kontingen sepak bola dan futsal menuju SEA Games 2017 Kuala Lumpur di Makostrad Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2017 malam, seperti belum mau menanggapi dengan gamblang. Menurut dia, dirinya tidak bisa memastikan meraih medali emas, tapi yang bisa dijanjikannya adalah para pemainnya akan berusaha sekeras tenaga untuk tampil maksimal di SEA Games 2017 nanti. 

"Kami hanya bisa menjanjikan permainan yang paling bagus. Saya percaya para pemain akan berusaha sekeras-kerasnya di SEA Games nanti. Kami semua akan berjuang mati-matian di SEA Games," kata Milla.

Seperti yang diketahui, Milla dikontrak PSSI untuk jangka waktu dua tahun, dengan target besar emas SEA Games 2017 dan empat besar Asian Games 2018.

Peringatan itu muncul dari mulut Edy setelah media menanyakan apa langkah yang akan dilakukan PSSI jika target emas tidak tercapai. Menurut Edy, jika Milla gagal atau pun kalah bukan karena kemampuan, maka bisa jadi kontraknya akan diputus tengah jalan. Sementara bagi pemain, ujarnya akan ada evaluasi besar. 

Penghargaan dan hukuman

Dari awal, menurut Edy, pihaknya memang mendatangkan Luis Milla dengan tujuan untuk bisa membantu Indonesia meraih emas sepak bola yang sudah lama absen prestasi di multievent level Asia Tenggara itu. Terakhir kali Indonesia memperoleh emas sepak bola pada SEA Games 1991 lalu di Manila, pada saat eranya Robby Darwis dan Widodo C. Putro.

"Sudah pasti ada reward dan punishment. Kita lihat nanti hasilnya seperti apa, pasti ada evaluasi. Kalau dia (Milla) salah dalam perhitungan, ya bisa jadi (putus kontrak). Kita sudah sampaikan hal ini kepada dia," ujarnya. 

Bagi para pemain pun, Edy menegaskan pesannya, yakni pulang dengan kegagalan atau pulang jadi pahlawan. Dia berharap pemainnya bisa mengangkat harkat martabat sepakbola Indonesia dari hasil yang nanti di bawa pulang. 

"Kita tunjukkan kepada bangsa lain kekuatan Indonesia melalui sepakbola. Pilihannya adalah anda gagal jadi pecundang atau berjuang untuk jadi pemenang. Seperti yang saya bilang, pasti ada penghargaan dan hukuman. Kalau emas pasti kami siapkan bonus tidak usah khawatir. Tapi catatannya mereka harus mendapatkan emas dulu," ucapnya. ***

Baca Juga

Test Event Sepak Bola Asian Games 2018 Diikuti 8 Negara

JAKARTA, (PR).- Test event Asian Games 2018 cabang sepak bola akhirnya diputuskan hanya akan mengundang tujuh negara peserta. Jumlah undangan berkurang dari rencana awal sesuai usulan pemerintah, mengingat keterbatasan anggaran.

AFC Restui Tsunami Cup 2017

JAKARTA, (PR).- Federasi Sepak Bola Asia (AFC) merestui gelaran Tsunami Cup 2017 yang akan digulirkan PSSI pada 2-6 Desember mendatang di Stadion Harapan Bangsa, Aceh.