Timnas U-19 Masuk Periodisasi Menuju Piala AFF

Timnas U-19/ANTARA
Pesepak bola Timnas Indonesia U-19 Egi Maulana Fikri (kiri) berusaha merebut bola dari pesepak bola RCD Espanyol Aitor Granados (kanan) pada laga persahabatan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 14 Juli 2017 lalu.*

JAKARTA, (PR).- Tim Nasional U-19 mulai pekan ini masuk dalam periodisasi persiapan menuju Piala AFF U-18 2017 yang akan berlangsung 4-17 September mendatang di Myanmar. Ada enam periodisasi yang disiapkan Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri dalam persiapan menuju AFF.

Hal itu diungkapkan Indra kepada wartawan usai latihan di Lapangan Atang Sutrisna, Cijantung, Jakarta, Senin, 17 Juli 2017. Saat ini ada 32 pemain yang akan masuk dalam program intensif tersebut dan dipastikan dalam dua pekan kedepan tidak akan ada lagi pergantian pemain. "Tidak ada lagi pemain yang keluar-masuk lagi. Saya sudah koordinasikan dengan PSSI, bahwa dalam dua pekan ini akan ada pemusatan latihan intensif, untuk kemudian di pekan kedua atau ketiga akan ada pengurangan pemain menjadi 30 atau 28 atau 26 pemain. Sesuai kebutuhan nanti," ucapnya.

Fokus persiapan untuk AFF, menurut Indra dimaksudkan agar nanti puncak performa pemainnya memang ada di AFF. Program persiapan intensif tersebut akan dimulai dengan sesi persiapan umum, lalu ada persiapan khusus, pra-kompetisi, dan berakhir di kompetisi. Di masa persiapan umum ini, Timnas ujarnya akan melakukan latihan perbaikan atau peningkatan kondisi fisik dan kebugaran.

"Ini melihat dari hasil evaluasi di beberapa bulan persiapan kemarin. Masalah fisik masih harus ditingkatkan. Karena dilihat dari hasil ujicoba terakhir melawan Espanyol di Banding, kami ingin Vo2Max pemain di atas 60 ml/kg/menit. Sekarang mereka di atas 55 ml/kg/menit secara umum, tapi masih dibawah 60. Satu pekan ini kita fokus ke perbaikan kondisi fisik pemain," tuturnya.

Selain latihan perbaikan/peningkatan fisik dan kebugaran, para pemain Timnas U-19 akan menjalani satu kali internal game di penghujung pekan ini.

Memasuki pekan kedua nanti, program timnas akan mulai masuk ke latihan spesifik dan porsi latihan fisik pun otomatis berkurang. Nantinya di pekan kedua, rencananya akan ada satu uji coba lagi melawan tim sekelas Liga 2 di Padang.

"Pekan kedua, porsi fisik kurang dan kami masuk latihan spesifik dan satu kali uji coba dengan tim lain. Masih direncanakan ke Padang kalau tidak salah, ini sudah dibicarakan dengan PSSI. Timnya belum diputuskan, jadi kami minta minimal yang selevel PSP Padang. Karena sekarang, para pemain masih latihan kondisi fisik, otot masih hancur-hancur, makanya kami minta tim yang kekuatannya di bawah sedikit. Selain juga yang bisa menanggung akomodasi dan konsumsi Timnas," katanya.

Memasuki pekan ketiga dan keempat nanti yang sudah masuk pada bulan Agustus, menurut Sjafri, program sudah masuk ke pra-kompetisi. Dalam pra-kompetisi ini akan dimulai simulasi uji coba.

"Mulai pekan ketiga, karena sudah mulai fokus, maka kami akan minta pindah ke lapangan yang standar. Lapangan yang kualitasnya sesuai dengan tempat kita bermain di Yangon nanti. Karena kami tidak ingin pemain kena cedera, cukup sulit untuk pemulihan dalam waktu singkat," ucap Indra.

Simulasi akan dimulai pada pekan keempat persiapan. Nantinya sama dengan jadwal pertandingan di AFF nanti, satu hari main, satu hari istirahat, dan seterusnya. "Pokoknya kami rancang persis seperti kondisi turnamen di Myanmar nanti simulasinya. Rencananya, simulasi akan berlangsung dengan Persebaya, PSS Sleman, dan satu tim lagi yang masih kita cari," ujarnya.

Indra sengaja memilih tim-tim lokal sebagai uji coba dibandingkan dengan tim-tim luar negeri, karena mengingat untuk mendatangkan atau mendatangani tim luar negeri membutuhkan waktu. Sama halnya jika bertandingan dengan tim-tim Papua. Jarak dinilai jadi kendala.***

Baca Juga