Froome Rebut Kembali Kaus Kuning

Chris Froome/REUTERS

RODEZ,(PR).- Berjuang nyaris sendirian dengan dukungan tim Astana yang compang-camping, menjadikan Fabio Aru kelelahan menghadapi keperkasaan tim Sky yang memberi dukungan “grade A” pada Chris Froome. Jelang finis etape XIV Tour de France (TdF) Minggu, 16 Juli 2017 WIB, kaus kuning yang dikuasai Aru selama dua etape akhirnya direbut kembali oleh Froome yang merupakan juara 3 kali TdF itu.

Chris Froome merebut kembali kaus kuning setelah finis urutan ketujuh, di etape XIV rute perbukitan sejauh 181,5 km (Blacnac –Rodez). sementara Aru tercecer finis urutan ke-30, tertinggal 24 detik dari Froome.

Lokasi finis yang menanjak 300 meter setelah sebelumnya datar, menjadi porsi bagi para sprinter spesialis balapan “classical race” yang biasa mendominasi balapan klasik rute serupa di Belgia, Belanda, dan Italia. 

Tampil sebagai pemenang etape XIV,  Michael Matthews (Sunweb/Australia). Ia unggul sprint finis tanjakan atas Greg van Avermaert (BMC/Belgia). Keduanya mencatat waktu sama yakni 4 jam 21 menit 56 detik. 

Adapun di posisi ketiga yakni Edvald Boasson Hagen (Dimension Data/Nrwegia) + 1 detik, bersama 14 pembalap papan atas lainnya diantaranya Chris Froome (Sky), Romain Bardet (AG2R), Rogoberto Uran (Cannondale), Mikel Landa (Sky), dan Dan Martin (Quick Step). Sedangkan Fabio Aru (Astana) yang tampak kelelahan finis urutan ke-30, tertinggal 24 detik dari Froome, dan 25 detik terhadap Matthews pemenang etape ini.

Dengan hasil etape XIV ini, Aru pimpinan klasemen yang tadinya unggul tipis 6 detik atas Froome, kini turun ke urutan kedua terpaut 18 detik atas Froome. Chris Froome (Sky/Inggris) kini memimpin kembali klasemen dengan total waktu tercepat 59 jam 52 menit 9 detik, kedua Fabio Aru (Astana/Italia) + 18 detik, ketiga Romain Bardet (AG2R La Mondiale/Prancis) + 23 detik, keempat Rigoberto Uran (Cannondale Drapac/Kolombia) + 29 detik, dan kelima Mikel Landa (Sky/Spanyol) + 1 menit 17 detik.

Froome mengatakan bisa merebut kembali kaus kuning  yang lepas adalah kejutan yang indah. “ Saya tidak mengira bisa merebut kembali kaus kuning di etape XIV dengan rute ringan perbukitan. Terima kasih pada semua rekan di tim Sky yang membantu saya tetap berada di grup terdepan,  Michal Kwiatkowski bekerja sangat baik memandu saya didepan pada momen krusial sehingga di   etape XIV bisa unggul 24 detik dari Fabio Aru. Setiap detik  menjadi sangat penting di TdF tahun ini, seperti yang saya alami ketika tertinggal 22 detik dari Aru di etape XII,” tuturnya.

Sedangkan pemenang etape XIV, pembalap asal Australia Michael Matthews dari tim Sunweb yang spesialis balapan “classical race” mengatakan  sukses yang diraihnya merupakan impian yang jadi kenyataan, setelah dua tahun yang lalu di tempat yang sama dia terjatuh. 

“Saya ingat dua tahun lalu TdF finis di tempat yang sama (Rodez), ketika saya terlibat kecelakaan jelang finis di rute ini, menderita patah empat tulang rusuk dan banyak luka di tubuh. Di etape ini dua tahun lalu saya  mentargetkan bisa meraih kemenangan. Kini dua tahun kemudian saya kembali ikut adu sprint di rute yang sama dan menjadi pemenang sungguh impian jadi kenyataan,” ungkap Matthews dengan wajah gembira.***

Baca Juga

Froome: Ini Tahun Tersulit dan Terberat untuk Juara

PARIS,(PR).- LAGU kebangsaan Britania Raya kembali berkumandang di jantung kota Paris, Avenue Champs Elysees, Senin, 24 Juli dini hari WIB mengiringi penobatan juara Tour de France (TdF) edisi ke-104/ 2017

Froome Menuju Podium Juara di Paris

MARSEILLE,(PR).- Lomba balap sepeda Tour de France (TdF) edisi ke-104/2017 masih menyisakan satu etape lagi, yakni etape XXI, menuju finis di Avenue Champs Elysees, jantung kota Paris Senin, 24 Juli 2017 WIB.

Kejutan Primoz Roglic di Etape XVII Alpen

SERRE CHEVALIER ,(PR).- Lomba balap sepeda paling bergengsi Tour de France (TdF) bukan hanya persaingan para atlet unggulan papan atas untuk menguasai kaus kuning, yang akan membawa ke podium tertinggi sebagai juara umum pada akhir lomba d

Matthews Menang Sprint Etape XVI

ROMAN SUR ISERE,(PR).- Memenangi adu sprint finis di lomba balap sepeda paling bergengsi Tour de France (TdF) tak harus jadi milik sprinter terkemuka. Hal ini dibuktikan oleh Michael Matthews (26) asal Australia.