Timnas U-16 Gagal Penuhi Misi Bawa Pulang Dua Kemenangan

Timnas U-16/ANTARA
Pesepak bola Timnas Indonesia U-16 Brylian Negiehta Dwiki Aldama (tengah) melakukan selebrasi usai berhasil mencetak gol ke gawang Timnas Singapura U-16 Nicky Melvin Singh (kanan) dalam pertandingam persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 8 Juni 2017 lalu.*

CHONBURI, (PR).- Tim Nasional (Timnas) U-16 gagal penuhi misi bawa pulang enam poin penuh di dua sisa pertandingan. Pada Sabtu 15 Juli 2017, Timnas kembali harus menelan kekalahan ketiga dalam penyisihan Grup A Piala AFF U-15 2017. 

Bertanding di Chonburi Campus Stadium, Thailand, Sabtu 15 Juli 2017, Garuda Asia ditundukkan Laos 2-3. Meskipun tidak lagi menentukan tapi kekalahan ini cukup menyakitkan, mengingat Timnas sebenarnya dinilai Pelatihnya, Fakhri Husaini mampu bersaing dengan Laos. Tapi kenyataannya, semua pemainnya dinilai bermain sangat ceroboh. 

Pada pertandingan itu, Laos unggul lebih dulu lewat Khamsavanh dari tendangan bebas di menit ke-13 yang tidak mampu dihalang kiper Timnas, Pualam Bahari. Indonesia kemudian mampu menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-29. Gol penyeimbang ini dilesakkan oleh Althaf Indie. 

Jelang akhir babak pertama, Indonesia kembali kebobolan. Hal itu membuat Timnas tertinggal 1-2. 

Memasuki babak kedua, strategi perubahan posisi untuk Rendy Juliansyah di tengah membuahkan hasil. Dia berhasil merobek jaring Laos di menit ke-63 untuk kembali menyamakan kedudukan 2-2.

Sayangnya, lemahnya lini belakang Timnas kembali dimanfaatkan oleh lawan. Padahal Timnas sudah bisa menjaga pertahanannya hingga jelang akhir pertandingan. Tapi malahan di dua menit terakhir, Laos kembali unggul 3-2. Timnas gagal menambah poin, dan kedudukan itu tidak berubah hingga pertandingan berakhir. 

"Menurut saya ini penampilan tim yang sangat buruk selama turnamen ini, memang menyedihkan, penampilan anak-anak saat pertandingan tadi bukan level pemain tim nasional," ujar Fakhri memulai surat elektronik dari PSSI. 

Positif

Namun, meskipun kecewa, Fakhri melihat ada hal positif yang bisa dilihat. Bahwa ternyata apa yang sudah dihasilkan Timnas selama masa persiapan belum ada apa-apanya. Meskipun memetik banyak kemenangan di ujicoba dan meraih juara di Plastic Cup 2016 sekalipun. 

"Seperti terbuka mata. Bahwa kekalahan ini justru baik buat saya, tim, pelatih, dan semua yang berkecimpung di sepakbola sebagai bahan koreksi, evaluasi, serta teguran untuk semuanya," tukasnya. 

Dia menilai bahwa ini merupakan teguran dari Tuhan atas kekhilafan tim yang merasa sudah berada di atas. Karena pasalnya, ternyata Timnas memang belum layak untuk harapan tinggi dari masyarakat dan juga turnamen ini.

"Meskipun jelas dari awal tujuan kami disini untuk meraih juara. Tapi, mungkin Tuhan punya rencana lain yang indah buat kami. Bukan disini, mungkin ditempat lain. Meski begitu saya tetap berterima kasih kepada pemain yang sudah bertanding hari ini," imbuh Fakhri menambahkan. 

Timnas masih memiliki satu pertandingan sisa melawan Singapura, 17 Juli nanti. Indonesia masih berharap untuk bisa membawa pulang poin kemenangan. 

Maju babak semifinal

Sementara itu, Thailand memastikan diri maju ke babak semifinal sebagai juara grup setelah kembali petik kemenangan keempat. Melawan Singapura, mereka menang 2-0. 

Sementara Australia berpeluang besar masuk ke "Babak 4 Besar" dengan status runner-up Grup A. Kesempatannya besar setelah menyikat habis rival terdekatnya Myanmar 5-0. 

Kendati masih ada satu pertandingan lagi, tapi peluang untuk menang Myanmar dipastikan akan berat mengingat lawannya nanti adalah Thailand. Berbeda dengan Australia yang akan bertemu Laos besok. Peluang mereka untuk bisa memaksimalkan poin sangat besar.***

Baca Juga