Kabupaten Bogor Anggap Tuduhan KONI Bandung tak Berdasar

Ilustrasi/BBC

CIBINONG, (PR).- Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Bogor tidak merasa mencegah Kota Bandung atau daerah lain untuk menjadi juara umum Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018. Ketua KONI setempat, Mohamad Rusdi menilai pernyataan KONI Kota Bandung yang menuduhnya menggunakan berbagai cara agar jadi juara umum itu tak berdasar.

Menurut dia, penyelenggaraan Porda XIII di Kabupaten Bogor sesuai arahan KONI Jawa Barat dan pemerintah provinsi setempat. Termasuk, kata dia, penentuan cabang olahraga dan nomor yang dipertandingkan pada Porda 2018 nanti.

"Yang dipertandingkan adalah cabang olahraga yang ada atlet dan pengurusnya (di Kabupaten Bogor). Kalau (pengurus) cabornya saja tidak ada, masa harus dilaksanakan," kata Rusdi, Jumat, 7 Juli 2017). 

Pihak penyelenggara Porda Kabupaten Bogor diakui telah berkonsultasi dengan KONI Jawa Barat terkait penetapan cabor dan nomor-nomor yang dipertandingkan.

Sebelumnya, KONI Kota Bandung diberitakan menganggap Kabupaten Bogor sengaja menghilangkan sejumlah cabor dan nomor pertandingan yang menjadi unggulan mereka. Salah satu cabor yang tak akan dipertandingkan kata Rusdi seperti cabang sepatu roda.

"Selain sukses penyelenggaraan, wajar dong kalau tuan rumah juga mengejar sukses prestasi," kata dia menanggapi komentar pihak KONI Bandung. Penyelenggaraan Porda XIII dikhawatirkan KONI Bandung berlangsung seperti Porda sebelumnya di Kabupaten Bekasi.

Rusdi meminta pihak KONI Kota Bandung tidak membandingkan penyelenggaraan Porda di Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Bogor. Pada penyelenggaraan sebelumnya, KONI Kota Bandung menuding Kabupaten Bekasi selaku tuan rumah menggunakan atlet dari luar daerah untuk mendongkrak raihan medali mereka.

Kondisi itu membuat atlet dari Kabupaten Bekasi pada Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat dianggap kurang berkontribusi terhadap prestasi timnya. Namun, Rusdi menganggap kontribusi atlet dari Kabupaten Bogor cukup besar terhadap Jawa Barat yang keluar sebagai juara umum PON 2016 lalu.

"Atlet asal Kabupaten Bogor menyumbangkan medali kedua terbanyak bagi Jawa Barat, itu artinya kontribusi kami cukup besar untuk Jawa Barat," kata Rusdi menegaskan. Ia meyakinkan seluruh atlet di daerahnya merupakan hasil dari pembinaan yang berjalan selama ini.

Hasil pembinaan atlet menurutnya terlihat dari prestasi Kabupaten Bogor pada setiap penyelenggaraan Porda Jawa Barat. Rusdi menyebutkan daerahnya selalu masuk peringkat tiga besar. Karena itu, ia menganggap suatu hal yang wajar apabila daerahnya menjadi juara umum pada Porda kali ini.

Sebelum mengakhiri wawancara, Rusdi memperingatkan pihak KONI Bandung agar tidak memancing perdebatan lebih lanjut. Ia menantang seluruh kontingen termasuk Kota Bandung mengikuti pertandingan olahraga secara sportif tanpa melibatkan politik. "Kalau mulai main politik nanti menyesal," katanya.***

Baca Juga

Pecatur Dewi Citra: Penghargaan pada Haornas 2018 Sebagai Motivasi

BANDUNG, (PR).- Pecatur Jawa Barat Dewi Citra bersama para atlet lainnya mendapatkan penghargaan dari Pemprov Jabar yang diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin 10 September

Calon Ketua KONI Jawa Barat Jangan Bermasalah

BANDUNG, (PR).- Komite Nasional Olahraga Indonesia atau KONI Jawa Barat tengah menjalani rangkaian proses menuju pemilihan Ketua Umum periode 2018-2022.