Setelah Juara Indonesia Open, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad Incar Australia Open 2017

Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad (kanan)
Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad (kanan)/ANTARA
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad (kanan) mengepalkan tangan setelah mengalahkan ganda campuran Cina Zheng Siwei dan Chen Qingchen pada final BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu, 18 Juni 2017. Tontowi dan Liliyana keluar sebagai juara ganda campuran BCA Indonesia Open 2017 setelah menang 22-20 21-15 atas Zheng Siwei dan Chen Qingchen.*

JAKARTA, (PR).- Kondisi lutut kanan Liliyana Natsir  yang belum sembuh 100 persen tidak menyurutkannya untuk berjuang meraih gelar juara Indonesia Open pertamanya. Dengan semangat yang sama, ia dan Tontowi Ahmad mengincar gelar di Australia Open Super Series 2017 yang akan dimulai awal pekan depan. 

"Sementara ini belum ada perubahan rencana. Setelah juara di Indonesia Open, meskipun kondisi lutut belum 100 persen pulih, saya tetap akan ke Australia besok (Senin -Red.)," kata Liliyana Natsir. 

Dengan keterbatasan waktu, dia berharap hasil undingan di Australia Open bisa menguntungkannya. Setidaknya mereka jadi punya waktu pemulihan yang lebih banyak.

"Kami berangkat Senin malam, jadi sampai sana Selasa pagi. Kalau biasanya di Indonesia, kadang di ganda campuran sudah main di Selasa malam (hari kedua turnamen). Jadi kami harap undian bisa menguntungkan dan kami main Rabu. Biar bisa dapat waktu pemulihan lebih lama lagi," imbuhnya. 

Dia tidak mengungkapkan target apa yang ingin dicapai di tahun ini. Tapi tahun lalu, pencapaian mereka di turnamen super series tersebut tidak terlalu bagus. Pada 2016 lalu, Tontowi/Liliyana harus angkat kaki lebih cepat di babak pertama. Ganda campuran andalan Indonesia ini dikandaskan oleh pasangan Denmark Andres Skaarup Rasmunssen/Maiken Fruergaard 12-21, 21-18, 15-21.

Juara di rumah sendiri

Setelah gagal meraih juara Indonesia Open, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya tahun ini berhasil menaklukan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Mereka menang atas unggulan pertama Zheng Siwei/Chen Qingchen straight game 22-20, 21-15

Dalam dua gelaran Indonesia Open sebelumnya yang berlangsung di Istora Senayan, 2011 dan 2012 mereka gagal meraih juara. Gagal dua kali, akhirnya muncul istilah kutukan "Istora" untuk mereka berdua. Terlebih setiap bertanding di rumah sendiri, Indonesia, mereka memang belum pernah sekali pun juara. Satu-satunya kejuaraan yang bisa mereka menangkan di Indonesia hanya SEA Games 2011. 

"Lega rasanya karena akhirnya kami bisa juara di rumah sendiri. Ini menjadi gelar pertama yang bisa kami raih di Indonesia. Padahal kami sudah pernah juara di tempat lain, juara dunia, All England, disini baru pertama untuk level super series premier. Kami baru juara di Indonesia pada SEA Games 2011 lalu, tapi rasanya beda, karena itu hanya Asia Tenggara levelnya," kata Liliyana yang akrab dipanggil Butet. 

Hampir sama dengan Liliyana, Tontowi mengungkapkan perasaan leganya. Bahwa hari ini mereka bisa tampil lebih fokus dan mengeluarkan permainan terbaiknya. 

"Kemenangan ini sangat berarti buat saya, karena akhirnya bisa juara di Indonesia. Soalnya sangat sulit untuk bisa juara di rumah sendiri," imbuhnya.***

You voted 'tidak peduli'.

Baca Juga