KONI Jabar Sambut Baik Wacana PON Dua Tahunan

PON XIX/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, menyambut baik wacana Kemenpora yang akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) dari empat tahun menjadi dua tahun sekali.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jabar, Yunyun Yudiana mengatakan, dari hasil kajian yang melibatkan para akademisi keolahragaan mulai guru besar dari berbagai perguruan tinggi dan analis keolahragaan, disepakati bahwa penyelenggaraan PON dua tahun sekali tidak akan menjadi sebuah permasalahan. Kajian dilakukan pada acara workshop Pembahasan Draft Peraturan Menteri Pemuda dan Olah Raga, tanggal 14-18 Juni, di Semarang.

Dia menuturkan, dalam peraturan dan undang-undang yang ada pun tidak tertera bahwa PON harus dilaksanakan berapa tahun sekali. Namun, tertulis bahwa ajang olah raga multievent nasional tersebut harus digelar secara rutin.

Dari hasil kajian yang telah dilakukan, Menpora pun tadinya berkeinginan jika pelaksanaan PON dua tahun sekali ini mulai diadakan pada tahun 2018. Namun, dari kajian ini, tidak mungkin PON dialksanakan pada tahun tersebut karena dari segi periodisasi latihan atlet, performa atlet, dan konteks lainnya yang tidak mendukung.

“Tahun 2018 kan atlet nasional sedang menyiapkan diri untuk mengikti Asian Games, begitu juga ada beberapa provinsi yang akan mengadakan Porprov. Selain itu  juga ada 217 kota dan kabupaten yang akan mengadakan Pilkada,” katanya di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Senin, 19 Juni 2017. 

Yunyun mengatakan, idealnya penyelenggaran PON dua tahunan tersebut sebaiknya dilakukan setelah PON 2020 di Papua atau tepatnya mulai tahun 2022 mendatang. Selain itu pada PON dua tahunan ini pun akan diadakan di dua provinsi pada setiap penyelenggaraanya. 

"Dari berbagai aspek 2018 sangat padat dan cukup berat. Dari mulai persiapan para atlet karena akan dihadapkan Asian Games, terus ada Pilkada. Dari sisi periodenisasi, para provinsi mempersiapkan Porprov. Anggaran juga kan kalau mau 2018, usulannya harus dari 2017. Sehingga kemungkinan bisa terlaksana pada 2022," ujarnya.

Menurut dia, sudah sepantasnya PON digelar dua tahun sekali. Kemungkinan banyak keuntungan yang akan diambil, salah satunya regenerasi atlet semakin jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.***

Baca Juga

Naraajie Juara Jabar Amateur Open International

CIBINONG, (PR).- Pegolf andalan Jabar yang juga memperkuat tim SEA Games Indonesia, Naarajie Amerald R, tampil sebagai juara pada turnamen golf internasional Olympic Jabar Amateur Open International III 2017 (OJAO).

Karateka BKC Raih Medali di Kejuaraan Internasional

BANDUNG, (PR).- Karateka asal Bandung Karate Club (BKC) Kota Bandung, mampu meraih prestasi yang membanggakan setelah meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu, pada kejuaraan karate BKC Open 2017 International Karate Cha

Persib Pertimbangkan Kembali Jalak Harupat

BANDUNG, (PR).- Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mempertimbangkan untuk kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, sebagai homebase Maung Bandung untuk putaran kedua Liga 1.