Status Indonesia Open Naik Kelas

Badminton/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- Indonesia memenangkan undian sebagai tuan rumah kejuaraan level dua Badminton World Federation (BWF) untuk periode 2018-2021. Dengan perubahan struktur baru dalam penyelenggaraan turnamen internasional BWF, maka artinya status Indonesia Open Super Series Premier pun naik satu level. 

Pasalnya, dalam struktur baru turnamen internasional BWF, hanya tiga negara yang akan menjadi tuan rumah turnamen level 2 yakni, Indonesia, Tiongkok, dan Inggris. Keputusan ini diumumkan BWF lewat hasil rapat bersama Council Member pada hari ini, Minggu, 19 Maret 2017, di Hilton Garden, Kuala Lumpur, Malaysia.

Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI, Bambang Roedyanto sesuai rilis yang dikirimkan oleh PBSI, Senin, 20 Maret 2017, mengungkapkan bila kejuaraan level dua ini merupakan kejuaraan terbuka yang gengsinya satu level dibawah Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dan Super Series Finals. Indonesia terpilih karena dinilai berhasil menggelar turnamen super series premier terbaik. Sementara Tiongkok, terpilih selain karena salah satu negara raksasa bulutangkis dunia, juga memiliki banyak sponsor, dan Inggris karena memiliki kejuaraan All England yang merupakan turnamen super series tertua dan bergengsi. 

"BWF memutuskan Indonesia jadi tuan rumah karena dinilai dari penyelenggaraan BCA Indonesia Open yang dianggap sebagai barometer bagi negara-negara lain. Kita dinilai kreatif di dalam mengemas kejuaraan. Hospitalitynya juga bagus, antusiame penonton apalagi. Ditambah pertimbangan ada renovasi Istora, hingga semakin menambah nilai kejuaraan ini untuk kedepannya. Rencananya total hadiah kejuaraan senilai 1,25 juta Dollar AS," kata Roedyanto.

Untuk nama dari kejuaraan level dua ini, sampai sementara ini belum ada judul yang diberikan oleh BWF. Termasuk masalah ketentuan poin kejuaraan dan persyaratan peserta kejuaraan masih didiskusikan BWF bersama Council Member. 

Dalam struktur kejuaraan baru, BWF sendiri telah mengklasifikasikan turnamen internasional untuk periode 2018-2021 menjadi enam level kejuaraan. Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dan Super Series Finals akan masuk kategori kejuaraan level pertama yang berhadiah uang tunai minimal sebesar 1,5 juta Dollar AS. 

Sementara, untuk level dua yang akan dituani oleh Indonesia, Tiongkok, dan Inggris ini akan memperebutkan minimal uang tunai senilai satu juta Dollar AS. Untuk turnamen level 3 (super series final) yang memperebutkan hadiah sebesar minimal 700 ribu Dollar AS akan digelar di lima negara, yakni Tiongkok, Denmark, Perancis, Jepang dan Malaysia. 

Sementara untuk turnamen level empat dengan hadiah minimal 350 ribu Dollar AS, akan ada 7 negara yang akan jadi tuan rumah. Mereka yakni, Indonesia, Korea, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, serta India. Untuk kejuaran level lima dengan hadiah minimal 150 ribu Dolar AS ada 11 negara yang menjadi tuan rumah Thailand, Taiwan, India, Korea, Makau, Australia, Selandia Baru, Jerman, Spanyol, Swiss dan Amerika Serikat. 

"Hingga total ada 37 event pertandingan dalam satu tahun. Termasuk kejuaraan level enam yang akan masuk dalam kategori open. Dimana semua anggota BWF bisa mendaftarkan untuk ikut tidak berdasarkan peringkat," tukasnya Presiden BWF Poul-Erik Høyer.***

Baca Juga