Satu Hasil Uji Doping Atlet PON XIX Menghilang

Ilustrasi/DWI SETYADI/PR

JAKARTA, (PR).- Satu hasil pemeriksaan dari tujuh atlet Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat yang melakukan uji sampel B doping menghilang. Dewan Disiplin Anti Doping hanya menerima enam laporan dari tujuh atlet yang membuka sampel B di The National Dope testing Laboratory (NDTL) di New Delhi, India. 

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Disiplin Anti Doping, dr. Haryono kepada wartawan di PP ITKON, Kemenpora, Jakarta, Senin, 20 Maret 2017. Menurutnya, hasil pemeriksaan sampel B dari lab India sudah datang kemarin. Tapi laporan yang mereka terima hanya ada 6 hasil tes sampel B. Satu hasil uji sampel B tidak sampai ke mereka. 

"Jadi laporan yang kami terima per hari ini (kemarin), laporan sudah ada di PB PON. Tapi, hanya ada enam laporan dari tujuh atlet yang mengajukan uji sampel B doping.  Satu sampel atlet tidak ada," katanya. Namun, Haryono menolak merinci laporan hasil uji sampel B atlet siapa yang tidak ada. 

Belum lengkapnya hasil laporan uji sampel B membuat pihaknya akhirnya mempending rapat yang seharusnya digelar kemarin. Dengana agenda, menentukan jadwal sidang dengar pendapat. 

"Rapat ditunda. Kemungkinan rapat pertama baru akan digelar pada 3 April, sembari kami menunggu konfirmasi dari PB PON dan Lab dari India tentang satu laporan hasil uji sample B yang tidak kami terima," katanya. 

Sekretaris Umum PB PON, Ahmad Hadadi saat dikonfirmasi "PR" mengaku justru dirinya belum mendengar kabar tersebut. Dia juga belum bisa mengkonfirmasi kebeneran informasi tersebut, mengingat dia sendiri belum melihat laporannya. 

"Saya belum bisa konfirmasi karena belum lihat laporannya juga. Besok mungkin saya akan lihat dulu biar jelas," imbuhnya. 

Ketujuh atlet yang sebelumnya membuka sampel B di India adalah, Roni Romero (Jawa Barat), Zainal (Jawa Barat), Mualipi (Jawa Tengah), Mheni (Jawa Tengah), Iman Setiaman (Jawa Barat), Agus Waluyo (Jawa Barat), dan Awang Latiful Habir (Kalimantan Timur).***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

Putusan Kasus Doping Atlet PON Perparnas Keluar, Bagaimana Hasilnya?

JAKARTA, (PR).- Hasil putusan sidang dengar pendapat pertama untuk enam atlet Pekan Olah Raga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) yang tersangkut kasus doping pada multievent empat tahunan nasional tersebut telah dikeluarkan oleh Dewan Disiplin Anti Doping pekan lalu.

Disanksi Kasus Doping, 2 Atlet Pasrah tak Ajukan Banding

JAKARTA, (PR).- Dua atlet Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016 yang terjerat doping, Cucu Kurniawan (Jawa Barat) dan Adyos Astan (Maluku) menyatakan tidak akan melakukan banding. Mereka menerima keputusan, meskipun sekalipun dianggap mengecewakan hasil putusannya.

Bandung Bank BJB Pakuan Buka Peluang ke Final Four Proliga 2017

SURABAYA, (PR).- Kekalahan telak Petrokimia Gresik atas Jakarta Pertamina 0-3 pada lanjutan seri kedua putaran kedua Proliga 2017 di GOR Kertajaya Surabaya, Minggu 12 Maret 2017, menyelamatkan peluang wakil Jawa Barat, Bandung Bank BJB Pakuan menuju final four.