PABBSI Jabar Bantah Tiga Atletnya Konsumsi Doping

Surat Bantahan/IRFAN SUBHAN/PR
KOMISI Teknis Pengprov PABBSI Jabar, Heli Saptaji Wibowo, menunjukan surat bantahan yang ditujukan kepada PB PON XIX-Peparnas XV 2016 di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu 11 Januari 2017.*

BANDUNG, (PR).- Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Jawa Barat, telah melayangkan surat bantahan kepada Panitia Besar (PB) PON XIX-Peparnas XV 2016, terkait tiga atlet Binaraga Jabar yang dinyatakan positif doping.

Menurut Komisi Teknis Pengprov PABBSI Jabar, Heli Saptaji Wibowo, di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Rabu 11 Januari 2017, PABBSI Jabar membantah keras keputusan Pengurus Besar (PB) Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX 2016 yang menyatakan tiga atletnya positif mengonsumsi doping.

Diberitakan sebelumnya, tiga atlet binaraga Jabar dinyatakan positif doping oleh PB PON XIX 2016. Mereka adalah Roni Romero (peraih emas), Zaenal (perak), dan Iman Setiaman (emas). "PB PON dalam hal ini Gubernur Jabar menyatakan positif konsumsi doping. Jelas saya membantahnya. Untuk mengatakan positif itu perlu beberapa tahapan. Kalau masih bilang terindikasi itu sih nggak apa-apa," katanya.

Heli mengatakan, adanya sanggahan setelah dinyatakan terindikasi. Kemudian bila yang menyanggah berkehendak maka tahapan selanjutnya adalah membuka sampel B. Kemudian masuk kepada investigasi atau penyidikan terhadap yang terindikasi dan jika masih bersengketa maka ditengahi BAORI (Badan Arbitrase Olah Raga Republik Indonesia).

"Harusnya tahapan itu dilaksanakan baru ada putusan. Tapi kami menyayangkan, keputusan itu langsung tersebar luas di media yang menyatakan positif doping. Ini akan mengundang opini publik yang buruk. Bukan hanya kepada atlet, atau organisasi PABBSI, tapi juga nama Jawa Barat," ujarnya.

Dia mengaku belum tahu kandungan zat apa yang didapat pada tiga atletnya itu. Pasalnya PABBSI Jabar belum menerima dokumen hasil tes yang bersangkutan. Dokumen itu akan menjadi data valid dan aktual untuk menyatakan atlet yang bersangkutan positif atau tidak.

"Kami sendiri belum menerima itu, bahkan saya konfirmasi ke KONI sekalipun belum mendapatkan dokumen tersebut. Sebagai gambaran, saat Porda Bekasi saja saya bisa menerima dokumen hasil tes sebagai dasar. Tapi kenapa sekelas nasional, kami tidak menerima salinan itu. Saya dapat print out keputusan positif doping saja dari WhatsApp yang diterima atlet dari PB PON," ungkapnya.

Disinggung mengenai langkah PABBSI selanjutnya terkai masalah doping ini, Heli menuturkan saat ini pengurus PABBSI Jabar masih mempertimbangkan langkah apa yang akan dilakukan. "Sementara ini kita lakukan bantahan dulu sesuai prosedur. Sanggahan ini tidak main-main karena saya langsung tembuskan juga kepada Kemenpora, KONI Pusat, PB PABBSI, dan juga KONI Jabar," katanya.***

Baca Juga

Maung Ngora Bertekad Raih Poin Penuh di Laga Penutup

BANDUNG, (PR).- Persib U-19 bertekad untuk mencuri poin penuh, saat menjalani pertandingan penyisihian terakhir Grup 1 Liga 1 U-19, saat menjamu Sriwijaya FC, di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Sabtu, 22 September 2017.

M Natshir Akui Persib Masih Butuh Perbaikan

MERAIH hasil imbang ketika bermain di kandang sendiri, tentunya bukan sebuah kebanggan untuk seorang pemain. Karena di benak mereka, pasti menginginkan timnya bisa meraih kemenangan.

Timnas vs Mauritania Batal, Siapa Lawan Penggantinya?

JAKARTA, (PR).- Mauritania dipastikan batal menjadi lawan uji tanding internasional Timnas Indonesia senior pada 4 Oktober 2017 mendatang. Kamboja menjadi kandidat terkuat untuk pengganti Mauritania.