Jabar Percaya Diri Pertahankan Gelar Juara Umum Popnas 2017

Wagub Lepas Kontingen Popnas Jabar
Popnas 2015/DOK. PR
WAKIL Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar secara simbolis menyerahkan bendera pataka kontingen kepada kepada pimpinan Kontingen Popnas Jabar, Perry Soeparman, pada acara pelepasan kontingen Popnas Jawa Barat di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu, 9 September 2015.

BANDUNG, (PR),- Sukses menyabet gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) II 2016, Jawa Barat semakin percaya diri untuk dapat mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Nasional XIV 2017 mendatang. Apalagi peta kekuatan di ajang itu kini terbagi lebih merata mengingat Jawa Tengah akan bertindak sebagai tuan rumah.

Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Olahraga dan Pemuda Jabar Nandang Saptari mengatakan, keberhasilan Jabar dalam menyabet gelar juara umum Popwil II 2016 membuktikan bahwa Jabar bukan jago kandang. Buktinya gelar itu mereka raih setelah mengalahkan DKI Jakarta di rumahnya sendiri.

"Setelah ini, kami akan segera menyiapkan para atlet untuk Popnas 2017 di Semarang, Jateng. Kemungkinan agendanya akan dimulai pada Maret 2017 dengan desentralisasi yang dilanjutkan dengan sentralisasi menjelang penyelenggaraan Popnas," tutur Nandang saat ditemui di Kantor Disorda Jabar, Jln. dr. Radjiman Kota Bandung, Senin, 21 November 2016.

Menurut Nandang, kemenangan Jabar di Popwil II 2016, hampir mirip dengan kemenangan Jabar pada Popnas XIII 2015. Jabar menjadi juara umum hanya dengan selisih 1 medali emas atas DKI.

Seperti diketahui, pada Popwil II 2016 Jabar meraih 16 emas sedangkan DKI Jakarta 15 emas. "Pada Popnas 2015, kami meraih 59 emas dan DKI 58 emas," kata Nandang.

Meskipun demikian, Nandang berharap pada Popnas 2017, atlet Jabar bisa lebih menunjukan kualitasnya. Meski belum berani menetapkan target, Nandang tak menampik jika ada harapan untuk meraih emas lebih banyak dari sebelumnya.

Hal itu dilansir Nandang cukup realistis, soalnya DKI tak lagi menjadi satu-satunya rival terberat Jabar di Popnas 2017. Sebagai tuan rumah, Jateng pun tentu memiliki ambisi untuk menjadi juara umum.

Meskipun demikian, Nandang optimistis para atletnya bisa mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Apalagi Popnas seringkali dijadikan ajang seleksi bagi para atlet pelajar untuk dapat tampil di event yang lebih berkelas seperti kejurnas dan PON.

Terkait kekuatan Jabar di Popnas 2017, Nandang melansir tidak akan banyak perubahan. meski ada sejumlah pelajar yang sudah lulus sekolah, namun para pelapisnya pun memiliki kualitas yang tidak kalah bagus.

Nandang menambahkan, dengan lolosnya 8 cabor di Popwil II 2016, Jabar dipastikan turun di semua cabor yang dipertandingkan di Popnas 2017. "Dulu total ada 21 cabor di Popnas 2015, namun sekarang menjadi 22 cabor. Tarung derajat yang dulu masih sebatas ekshebisi, kini remsi menjadi cabor Popnas," ucapnya.

Untuk 22 cabor tersebut, Nandang melansir Jabar kemungkinan akan diperkuat sekitar 200 atlet. Jumlah itu sudah termasuk 131 atlet yang lolos kualifikasi di Popwil II 2016.

Meskipun demikian, Nandang mengaku sudah mengantongi bahan evaluasi penting dari gelaran Popwil II 2016. Terutama cabor sepakbola yang hanya meraih perak.

Menurut Nandang, kegagalan Jabar dalam meraih emas Popwil II 2016 di cabor sepakbola, bukanlah karena kualitas yang jelek. Namun jumlah skuad yang pas-pasan menjadi pemicu kekalahan dari DKI Jakarta di partai final.

Nandang menegaskan, skuad sepakbola Jabar memang berangkan ke Powil II 2016 dengan jumlah pemain hanya 11 orang. Artinya tidak ada satu pun pemain yang menghuni bangku cadangan.

Hal itu, dilansir Nandang disebabkan oleh 5 pemain yang batal berangkat karena harus memperkuat timnya di ajang Piala Suratin. "Pembatalan pun mendadak sehingga kami tak sempat mencari pengganti," ujarnya.

Selama penyisihan sampai semifinal, Nandang mengaku kondisi itu mampu diatasi para pemain. Namun di partai puncak, kelelahan yang mendera membuat sebagian besar pemain dihantui cedera.

Bahkan, salah seorang pemain akhirnya tak dapat melanjutkan pertandingan dan Jabar hanya bermain dengan 10 orang di pertengahan babak pertama. "Awalnya kita bisa mengimbangi DKI dan kedudukan masih 0-0. Namun kehilangan satu pemain dan cedera yang juga dialami pemain lain jelas membuat tim kami kewalahan," ucapnya.***

Baca Juga