Pemerintah dan Inasgoc Akan Sempurnakan Maskot Asian Games

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah bersama Indonesia Asian Games Committee (Inasgoc), Januari 2016 mendatang akan kembali melakukan penyempurnaan maskot Asian Games XVIII/2018. Maskot yang ada saat ini, Drawa - dari kata Cenderawasih- akan diperbaiki dengan dibuat lebih modern, sebelum nanti dilaporkan ke Dewan Olimpiade Asia (OCA) dalam rapat Komite Koordinasi di awal tahun nanti.

Maskot itu sendiri sebenarnya sudah diluncurkan secara resmi bersama logo Asian Games 2018, Minggu (27/12/2015) kemarin. Namun, banyak kritikan yang diperoleh pemerintah sebagai pihak yang kemarin bertanggung jawab di dalam pemilihan maskot. Drawa yang katanya merupakan gambaran burung Cenderawasih memang terlihat lebih kaku dan kurang mirip burung. Drawa lebih terlihat mirip ayam tanpa jengger.

"Setelah peluncuran kemarin, banyak masukan kepada kami. Mengingat yang menentukan maskot kemarin yang bertanggung jawab masih Kemenpora, karena Inasgoc baru dikukuhkan. Banyak yang bilang bentuknya masih kaku, hingga kami pun berkoordinasi dengan Inasgoc dan memutuskan Januari akan melakukan sayembara ulang untuk penyempurnaan. Maskot akan dibuat lebih modern, mungkin dari warnanya dan tidak terlihat kaku seperti model maskot tahun 90-an," kata Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2015 di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (28/12/2015).

Menurutnya, untuk maskot, kendati sudah peluncuran resmi namun masih tetap bisa diperbaiki. Mengingat, pihaknya belum melaporkan bentuk maskot ini kepada pihak OCA ketika sidang umum di Ashgabat, Turmenistan September lalu.

"Yang sudah tidak bisa dirubah-rubah lagi adalah logo. Pada saat kami melaporkan logo saat pertemuan di Ashgabat lalu, ada beberapa bentuk yang kami tawarkan, tapi akhirnya siluet Cenderawasih lah yang dipilih langsung oleh Presiden OCA untuk mewakili Asian Games di Indonesia 2018 nanti. Sedangkan maskot, karena belum dilaporkan maka masih bisa kita sempurnakan," ucap Imam. Untuk penentuan maskot nanti, pihaknya mengaku kemungkinan akan meminta kepada para seniman tanah air untuk mengirimkan gambar sebanyak-banyaknya untuk di sayembarakan.

Selain masalah maskot, pembangunan wisma atlet di Kemayoran juga mendapatkan perhatian Kemenpora. Karena tidak terlibat langsung, tapi pihaknya mengaku sudah memberikan rekomendasi kepada Komisi II untuk mendorong mencari cara aman untuk pemberdayaan Wisma Atlet Kemayoran nanti paska Asian Games.

"Komisi II sudah tidak ada masalah. Pihak Sekretaris Negara sendiri sudah berkirim surat, terkait dengan alih kepemilihan lahan dan karena kami tidak terlibat langsung, maka kami hanya memberikan terobosan untuk peruntukan penggunaan Wisma Atlet pascaAsian Games nanti. Sesuai peruntukannya, maka kami memberikan usulan agar bisa tetap dipergunakan oleh atlet pelatnas," ungkap Imam. (Wina Setyawatie/A-147)***

Baca Juga