Penebar Teror Masih Diperiksa

NASIONAL

PURWOKERTO, (PRLM).-Pelaku teror bom di Pertamina Cilacap, Kuat Hariyanto (40) warga Dusun Kalikidang, Desa Purwareja, Kecamatan Purwareja-Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) yang juga seorang guru SMP Muhammadiyah setempat, masih diperiksa intensif Tim Reskrim Polwil Banyumas.

Polisi sedang mendalami apakah tindakannya menebar teror via SMS di Dipo Pertamina Maos Cilacap itu terkait dengan jaringan teroris atau hanya sekedar perbuatan iseng. "Penyidik masih mendalami perbuatan menebar teror itu, iseng atau

serius," kata Kapolwil Banyumas Kombes Drs. H.M. Ghufron, Kamis (27/8).

Kuat ditangkap dalam operasi gabungan Polda Jateng, Polwil Banyumas dan Polres Banjarnegara dibantu Polsek Purwareja Klampok Rabu (26/8) setelah menebar teror bom melalui short message service (SMS) ke sejumlah warga di Cilacap setelah sehari sebelumnya. Kuat yang berprofesi sebagai guru di SMP Muhammadiyah setempat, diamankan tak jauh dari rumahnya.

Menurut Kapolwil, apa yang dilakukan oleh warga Purwareja Klampok itu merupakan tindakan yang sensitif. Oleh karena itu, polisi yang memeriksanya juga harus hati-hati dan teliti. Saat ini polisi masih mendalami perbuatan yang bersangkutan. "Apakah perbuatan dia ada kaitannya dengan jaringan teroris atau hanya iseng belaka," jelasnya.

Ia menambahkan, polisi memiliki waktu 7 X 24 jam untuk mengamankan warga asal Klampok itu. Waktu yang dimiliki penyidik untuk memeriksa Kuat tersebut sama dengan waktu bagi penyidik yang dilakukan untuk menahan seseorang yang diduga berkaitan dengan tindakan terorisme.(A-99/A-50)***

Baca Juga

Khofifah: Motif Prostitusi Bukan Ekonomi, Tapi Gaya Hidup

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai motif ekonomi bukan menjadi alasan utama dari persoalan prostitusi. Melainkan terdapat gaya hidup yang menjadi keinginan untuk dipenuhi melebihi kebutuhan hidupnya.

PMI Siap Kirimkan Peralatan PenJernih Air ke Nepal

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Palang Merah Indonesia siap mengirimkan peralatan penjernih air dan sanitasi (water sanitation) guna membantu korban gempa di Nepal. Kini, PMI segera melakukan assesment atau penilaian kebutuhan korban.

Eksekusi Mati

Terpidana Mati Zaenal Bagikan Barang Miliknya

NASIONAL

CILACAP, (PRLM).- Menjelang eksekusi mati, terpidana mati kasus narkoba Zaenal Abidin membagi-bagikan beberapa barang berharga miliknya yang dia gunakan selama di penjara Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah kepada anak keluarga dan sahabatnýa.

Eksekusi Mati

Soal Mary Jane, Tunjukkan Hukum Indonesia Memprihatinkan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Adanya bukti baru terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso tak bersalah menunjukkan hukum Indonesia memprihatinkan. Pasalnya, upaya hukum terpidana mati untuk membuktikan dirinya tak bersalah melalui Peninjauan Kembali (PK) justru dibatasi pemerintah.