Ketua RW dan RT Harus Waspadai Teroris

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).- Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sumedang Ajun Komisaris Besar Akhmad Wiyagus, meminta kepada para Ketua RW dan RT di Kab. Sumedang agar turut aktif mengantisipasi dan mewaspadai lingkungannya dari kehadiran anggota jaringan teroris yang kini tengah diburu pihak kepolisian.

Selain itu Kapolres juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Sumedang, turut aktif mengawasi lingkungannya masing-masing. "Kalau menemukan orang-orang yang tindak tanduknya mencurigakan atau dirasa janggal, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau paling tidak kepada pengurus RT atau RW di lingkunganya masing-masing," ujar Akhmad Wiyagus.

Terkait dengan perburuan teroris, Kapolres juga melontarkan rencananya untuk mengumpulkan dan memberikan pengarahan terhadap seluruh Ketua RW dan RT se-Kab. Sumedang. Sementara itu, terkait dengan operasi ketupat lodaya 2009, Kapolres menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai pola dan strategi pengamanan. (A-91/A-147)***

Baca Juga

Luxio Pecah Ban di Tol Cipali, Satu Orang Tewas

JAWA BARAT
Luxio Pecah Ban di Tol Cipali, Satu Orang Tewas

INDRAMAYU, (PRLM).- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di tol Cikopo-Palimanan, tepatnya di KM 39 Desa Cikawung Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu, Sabtu (9/1/2016), pukul 9.00. Seorang penumpang meninggal dan dua lainnya luka-luka disebabkan mengalami pecah ban, kemudian masuk parit.

Anggaran Terbatas, Penataan Kawasan Kumuh Jadi Lambat

JAWA BARAT

DEPOK, (PRLM).- Upaya menata kawasan kumuh berjalan lambat karena anggaran dianggap terbatas. Sementara pemerintah menargetkan kawasan kumuh tidak ada lagi pada tahun 2019.

Gafatar Sempat Melakukan Registrasi di Garut

JAWA BARAT

GARUT, (PRLM).- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Asep Suparman, mengatakan jika organisasi Gafatar memang ada di Garut dan sempat melakukan registrasi di kantornya.

Ikan Asin Palabuhanratu Terindikasi Pakai Bahan Kimia

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Perajin ikan asin rumahan di pesisir pantai Palabuhanratu dan Cisolok, Rabu (13/1/2016) terindikasi menggunakan bahan pengawet kimia. Mereka menggunakan bahan formalin untuk mengeringkan hasil produksinya.