Pohon Kesemek Dijadikan Acuan Baca Musim

GARUT, (PRLM).-Keberadaan sisa-sisa pohon buah kesemek pada sejumlah wilayah di Kabupaten Garut dijadikan pembaca musim yang akurat oleh para petani setempat, untuk melihat datangnya musim kemarau ini. Mereka baru percaya musim kemarau memang sudah terjadi, menyusul sudah mengeringnya daun-daun pohon buah kesemek.

Sejumlah petani sayuran di Kec. Cigedug, Kab. Garut, Senin (13/7), mengatakan, mereka selama ini kurang menjadikan patokan ramalan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), namun lebih percaya indikator dari perubahan bentuk fisik pohon buah kesemek.

Ini juga dijadikan patokan pengusahaan tanaman cabe pada Juni lalu, di mana sejumlah petani masih berani menanam setelah melihat indikator dari kondisi daun buah kesemek.

Mereka mengatakan, dari tanda-tanda fisik daun buah kesemek yang masih cukup banyak yang hijau, cadangan air di sekitar tempat bersangkutan masih cukup banyak. Lain halnya jika daun pohon buah kesemek sudah banyak yang kuning, ini adalah tanda-tanda cadangan air yang ada sudah cukup gawat. (A-81/A-120) ***

Baca Juga

BNI Bidik Kenaikan Transaksi di GATF 2017

JAKARTA, (PR).- Travelling saat ini dinilai sudah menjadi kebutuhan masyarakat dan bukan barang mewah lagi. Tercatat, segmen travel dan entertainment masuk kategori lima transaksi terbesar kartu kredit setelah groceries, gawai, department store, dan elektronik.

Nilai Ekspor Jabar Naik dalam Dua Bulan Terakhir

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai bahwa momentum laju ekonomi 2016 terus terjadi dengan kenaikan nilai ekspor Jawa Barat periode Desember 2016 dan Januari 2017.

Enam Kesepakatan Indonesia-Arab Saudi untuk Majukan UKMĀ 

JAKARTA, (PR).- Penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan otoritas UKM Arab Saudi saat pertemuan Raja Salman dan Presiden Jokowi segera ditindaklanjuti.

Menjaring Ide Mahasiswa Lewat KYI 2017

BANDUNG, (PR).- Penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat kompetisi dunia industri, ekonomi maupun tenaga kerja semakin ketat.