Pohon Kesemek Dijadikan Acuan Baca Musim

GARUT, (PRLM).-Keberadaan sisa-sisa pohon buah kesemek pada sejumlah wilayah di Kabupaten Garut dijadikan pembaca musim yang akurat oleh para petani setempat, untuk melihat datangnya musim kemarau ini. Mereka baru percaya musim kemarau memang sudah terjadi, menyusul sudah mengeringnya daun-daun pohon buah kesemek.

Sejumlah petani sayuran di Kec. Cigedug, Kab. Garut, Senin (13/7), mengatakan, mereka selama ini kurang menjadikan patokan ramalan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), namun lebih percaya indikator dari perubahan bentuk fisik pohon buah kesemek.

Ini juga dijadikan patokan pengusahaan tanaman cabe pada Juni lalu, di mana sejumlah petani masih berani menanam setelah melihat indikator dari kondisi daun buah kesemek.

Mereka mengatakan, dari tanda-tanda fisik daun buah kesemek yang masih cukup banyak yang hijau, cadangan air di sekitar tempat bersangkutan masih cukup banyak. Lain halnya jika daun pohon buah kesemek sudah banyak yang kuning, ini adalah tanda-tanda cadangan air yang ada sudah cukup gawat. (A-81/A-120) ***

Baca Juga

Mentan Sudah Keluarkan Rekomendasi Impor 10 Ribu Ton Daging Sapi

JAKARTA,(PR).- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman merekomendasikan agar kementerian perdagangan melakukan impor daging sapi sebesar 10 ribu ton. Hal itu dikemukakannya setelah bertemu Presiden RI Joko Widodo hari ini di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Bank Dunia Pinjami Indonesia $400 Juta untuk Atasi Defisit Fiskal

JAKARTA, (PR).- Pemerintah telah mendapatkan pinjaman US$400 juta (sekitar Rp 5,46 triliun) dari Bank Dunia untuk membantu mendanai defisit fiskal dan meningkatkan pengumpulan pajak, menurut Bank Dunia dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

OJK Ajak Lembaga Lain Tangani Investasi Bodong

BOGOR, (PR).- Maraknya bisnis investasi ilegal yang sering merugikan nasabah, mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membentuk satuan tugas (satgas) Waspada Investasi bersama lembaga lain. Satgas itu akan bertugas mengawasi pertumbuhan perusahaan investasi ilegal yang tumbuh subur.