Pohon Kesemek Dijadikan Acuan Baca Musim

EKONOMI

GARUT, (PRLM).-Keberadaan sisa-sisa pohon buah kesemek pada sejumlah wilayah di Kabupaten Garut dijadikan pembaca musim yang akurat oleh para petani setempat, untuk melihat datangnya musim kemarau ini. Mereka baru percaya musim kemarau memang sudah terjadi, menyusul sudah mengeringnya daun-daun pohon buah kesemek.

Sejumlah petani sayuran di Kec. Cigedug, Kab. Garut, Senin (13/7), mengatakan, mereka selama ini kurang menjadikan patokan ramalan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), namun lebih percaya indikator dari perubahan bentuk fisik pohon buah kesemek.

Ini juga dijadikan patokan pengusahaan tanaman cabe pada Juni lalu, di mana sejumlah petani masih berani menanam setelah melihat indikator dari kondisi daun buah kesemek.

Mereka mengatakan, dari tanda-tanda fisik daun buah kesemek yang masih cukup banyak yang hijau, cadangan air di sekitar tempat bersangkutan masih cukup banyak. Lain halnya jika daun pohon buah kesemek sudah banyak yang kuning, ini adalah tanda-tanda cadangan air yang ada sudah cukup gawat. (A-81/A-120) ***

Baca Juga

Bursa Saham Asia Turun Tajam

EKONOMI

SEOUL, (PRLM).- Aktivitas ekonomi yang lamban di Cina dan jatuhnya harga-harga minyak memicu penurunan tajam di bursa-bursa saham Asia dalam perdagangan Senin (3/8/2015).

LKA-ESDA Minta Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas Lebih Fokus

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi diminta lebih fokus dalam menjaga dan mendorong produksi migas nasional ke depan.

Anjlok, Harga Tomat di Tingkat Petani dan Pedagang

EKONOMI
Anjlok, Harga Tomat di Tingkat Petani dan Pedagang

INDRAMAYU,(PRLM).- Di lahan 1 hektare miliknya, Ida (51) menaruh harapan keuntungan dari hasil tani tomat. Setiap hari kebun kecilnya itu ia rawat dengan memberi pupuk dan air.

Permintaan Daging Sapi di Ciamis Anjlok 50 Persen

EKONOMI

CIAMIS, (PRLM).- Pedagang daging sapi di tatar Galuh Ciamis tetap berjualan, meski pun beberapa pedagang di daerah lain melakukan aksi mogok, terkait mahalnya harga daging hewan ternak tersebut. Mahalnya harga daging sapi mengakibatkan permintaan anjlok hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.