Pohon Kesemek Dijadikan Acuan Baca Musim

EKONOMI

GARUT, (PRLM).-Keberadaan sisa-sisa pohon buah kesemek pada sejumlah wilayah di Kabupaten Garut dijadikan pembaca musim yang akurat oleh para petani setempat, untuk melihat datangnya musim kemarau ini. Mereka baru percaya musim kemarau memang sudah terjadi, menyusul sudah mengeringnya daun-daun pohon buah kesemek.

Sejumlah petani sayuran di Kec. Cigedug, Kab. Garut, Senin (13/7), mengatakan, mereka selama ini kurang menjadikan patokan ramalan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), namun lebih percaya indikator dari perubahan bentuk fisik pohon buah kesemek.

Ini juga dijadikan patokan pengusahaan tanaman cabe pada Juni lalu, di mana sejumlah petani masih berani menanam setelah melihat indikator dari kondisi daun buah kesemek.

Mereka mengatakan, dari tanda-tanda fisik daun buah kesemek yang masih cukup banyak yang hijau, cadangan air di sekitar tempat bersangkutan masih cukup banyak. Lain halnya jika daun pohon buah kesemek sudah banyak yang kuning, ini adalah tanda-tanda cadangan air yang ada sudah cukup gawat. (A-81/A-120) ***

Baca Juga

Transaksi di Perbatasan Gunakan Uang Ringgit

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- “Untuk membangun kawasan perbatasan kita harus melibatkan seluruh stakeholders yang ada, Perwakilan RI di kawasan perbatasan juga siap dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan penduduk dan pelaku usaha,” demikian ungkap Wamenlu RI saat menerima Wakil Ketua Umum Bidang Pemban

Libur Lebaran 2015, BNI Siapkan 195 Outlet

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memaksimalkan seluruh program dan pelayanan yang dimiliki untuk melengkapi dan memberikan manfaat kepada nasabah dan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan dan yang melaksanakan mudik sepanjang Liburan Idul Fitri 143

Penjahit Banjir Pesanan

EKONOMI
Penjahit Banjir Pesanan

Manfaatkan Dana Bansos untuk Subsidi KUR

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Presiden RI Joko Widodo meminta penyaluran dana-dana bantuan dipercepat untuk menggerakkan perekonomian rakyat. Dalam catatan Jokowi, ada Rp26 triliun bantuan sosial dan Rp20 triliun dana UMKM yang tersebar di 23 kementerian dan lembaga.