Kemitraaan Budidaya Pohon Albasia

BANDUNG, (PRLM).- Pembudidayaan berskala bisnis pohon kayu albasia secara kemitraan dengan masyarakat, ditawarkan dikembangkan pada lahan kehutanan dan perkebunan di Jabar selaku sentra produksi nasional. Kementrian BUMN meminta Perum Perhutani Unit III dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menyediakan lahan cadangan, untuk dapat ditanami pohon albasia untuk dimitrakan dengan masyarakat.

Deputi Bidang Agroindustri Kementrian BUMN, Agus Pakpahan, di Bandung, Kamis (11/6) mengatakan, potensi bisnis pohon kayu albasia sangat menjanjikan pendapatan layak bagi masyarakat, apalagi kebutuhan kayu kelas menengah ke bawah terus meningkat. Dalam satu hektare lahan, akan dapat diperoleh nilai penjualan Rp100 juta dari populasi tanaman albasia berumur delapan tahun.

"Kemitraan penanaman albasia cocok dikembangkan di kehutanan dan perkebunan, sebagai upaya mengangkat perekonomian masyarakat desa sekitarnya. Setidaknya, eksistensi unit kehutanan dan perkebunan menjadi perekat kekompakan dengan masyarakat sekitar, yang timbal baliknya diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan. (A-81/das)***

Baca Juga

PDIP Ajukan Catatan Keberatan RUU Pengampunan Pajak

JAKARTA, (PR).- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPR lewat Pimpinan Fraksi Komisi XI Gusti Agung Rai Wiajaya mengajukan catatan keberatan atau minderheids nota terhadap Rancangan Undang-Undang tentang pengampunan pajak atau Tax Amnesty.

Penjualan Kue Kering Meningkat Tajam

BANDUNG, (PR).- Pedagang kue kering mengalami peningkatan penjualan yang sangat signifikan. Kenaikan penjualan bervariasi, sebagian pedagang naik 200 persen, tapi ada juga yang hingga 300 persen.

ADE Zakaria (kanan) menunggu calon pembeli sayuran di jongkonya di Pasar Sayati, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat (16/1/2015). Hampir semua komoditas sayuran harganya turun kembali stabil. Hal tersebut karena pasokannya tersedia

Kenaikan Harga Karena Ulah Spekulan

BANDUNG, (PR).- H-2 menjelang Lebaran, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional, diantaranya di Pasar Ciroyom, kembali melonjak. Kenaikan tersebut disinyalir lebih dikarenakan spekulasi para pedagang yang menaikkan harga untuk meraup untung lebih dibandingkan persoalan pasokan.