Kemitraaan Budidaya Pohon Albasia

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Pembudidayaan berskala bisnis pohon kayu albasia secara kemitraan dengan masyarakat, ditawarkan dikembangkan pada lahan kehutanan dan perkebunan di Jabar selaku sentra produksi nasional. Kementrian BUMN meminta Perum Perhutani Unit III dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menyediakan lahan cadangan, untuk dapat ditanami pohon albasia untuk dimitrakan dengan masyarakat.

Deputi Bidang Agroindustri Kementrian BUMN, Agus Pakpahan, di Bandung, Kamis (11/6) mengatakan, potensi bisnis pohon kayu albasia sangat menjanjikan pendapatan layak bagi masyarakat, apalagi kebutuhan kayu kelas menengah ke bawah terus meningkat. Dalam satu hektare lahan, akan dapat diperoleh nilai penjualan Rp100 juta dari populasi tanaman albasia berumur delapan tahun.

"Kemitraan penanaman albasia cocok dikembangkan di kehutanan dan perkebunan, sebagai upaya mengangkat perekonomian masyarakat desa sekitarnya. Setidaknya, eksistensi unit kehutanan dan perkebunan menjadi perekat kekompakan dengan masyarakat sekitar, yang timbal baliknya diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan. (A-81/das)***

Baca Juga

Indonesia Berharap Gabung Kembali dengan OPEC di Akhir Tahun

EKONOMI

WINA, (PRLM).- Indonesia berharap dapat bergabung kembali dengan kelompok produsen minyak, OPEC, dalam pertemuan berikut kelompok tersebut enam bulan lagi, menurut Menteri ESDM Sudirman Said.

Anggota OPEC Setujui Indonesia Kembali Bergabung

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Rencana Indonesia untuk bergabung kembali ke dalam kelompok eksportir minyak OPEC telah mendapat persetujuan dari semua anggota OPEC.

27 Perusahaan Raih Predikat Best Insurance 2015

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Media Asuransi memberikan penghargaan Insurance Award 2015 kepada 27 perusahaan asuransi terbaik berdasarkan kinerja keuangan tahun 2014. Kali ini merupakan penyelenggaraan Insurance Award yang ke-9, semenjak Media Asuransi mengadakan acara tahunan ini pada tahun 2007.

Investasi Tiongkok Didorong Serap Pengangguran di Indonesia

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah Indonesia menyambut baik masuknya arus investasi dari negara Tiongkok. Diharapkan investasi yang berasal dari perusahaan-perusahaan asal Tiongkok itu dapat membantu penyerapan angkatan kerja baru, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.