Kemitraaan Budidaya Pohon Albasia

BANDUNG, (PRLM).- Pembudidayaan berskala bisnis pohon kayu albasia secara kemitraan dengan masyarakat, ditawarkan dikembangkan pada lahan kehutanan dan perkebunan di Jabar selaku sentra produksi nasional. Kementrian BUMN meminta Perum Perhutani Unit III dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menyediakan lahan cadangan, untuk dapat ditanami pohon albasia untuk dimitrakan dengan masyarakat.

Deputi Bidang Agroindustri Kementrian BUMN, Agus Pakpahan, di Bandung, Kamis (11/6) mengatakan, potensi bisnis pohon kayu albasia sangat menjanjikan pendapatan layak bagi masyarakat, apalagi kebutuhan kayu kelas menengah ke bawah terus meningkat. Dalam satu hektare lahan, akan dapat diperoleh nilai penjualan Rp100 juta dari populasi tanaman albasia berumur delapan tahun.

"Kemitraan penanaman albasia cocok dikembangkan di kehutanan dan perkebunan, sebagai upaya mengangkat perekonomian masyarakat desa sekitarnya. Setidaknya, eksistensi unit kehutanan dan perkebunan menjadi perekat kekompakan dengan masyarakat sekitar, yang timbal baliknya diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan. (A-81/das)***

Baca Juga

Generasi Muda Antusias Ikuti Pelatihan Pertanian di BBPP Lembang

BANDUNG, (PR).- Sejumlah kalangan muda dan ibu rumah tangga tampak antusias belajar agribisnis, khususnya tanaman cabai rawit alias cengek yang diperkenalkan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian, di Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis

Kemenkop Akan Beri Penghargaan Koperasi Berprestasi

JAKARTA, (PR).- Kementerian Koperasi dan UKM akan memberikan penghargaan kepada koperasi berprestasi di Indonesia menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2017.

Harga Cabai Rawit Sudah Lebih Mahal dari Daging Sirloin

BANDUNG, (PR).- Harga cabai rawit merah curah di pasar modern hampir mencapai Rp 170.000 per Kg, tepatnya Rp 169.200 per Kg. Sebab, faktor cuaca menjadi alasan utama mahalnya harga komoditas tersebut.