Kemitraaan Budidaya Pohon Albasia

BANDUNG, (PRLM).- Pembudidayaan berskala bisnis pohon kayu albasia secara kemitraan dengan masyarakat, ditawarkan dikembangkan pada lahan kehutanan dan perkebunan di Jabar selaku sentra produksi nasional. Kementrian BUMN meminta Perum Perhutani Unit III dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menyediakan lahan cadangan, untuk dapat ditanami pohon albasia untuk dimitrakan dengan masyarakat.

Deputi Bidang Agroindustri Kementrian BUMN, Agus Pakpahan, di Bandung, Kamis (11/6) mengatakan, potensi bisnis pohon kayu albasia sangat menjanjikan pendapatan layak bagi masyarakat, apalagi kebutuhan kayu kelas menengah ke bawah terus meningkat. Dalam satu hektare lahan, akan dapat diperoleh nilai penjualan Rp100 juta dari populasi tanaman albasia berumur delapan tahun.

"Kemitraan penanaman albasia cocok dikembangkan di kehutanan dan perkebunan, sebagai upaya mengangkat perekonomian masyarakat desa sekitarnya. Setidaknya, eksistensi unit kehutanan dan perkebunan menjadi perekat kekompakan dengan masyarakat sekitar, yang timbal baliknya diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan. (A-81/das)***

Baca Juga

Kinerja Positif, Pertamina Layak Jadi Induk Usaha BUMN Energi

JAKARTA, (PR).- Kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) yang sangat positif pada semester I/2016 dinilai layak menjadi induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara di sektor energi. Hal itu juga sekaligus menjadi induk bagi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).

Pasar Consumer Goods Kian Bergairah

BANDUNG, (PR).- Pasar consumer goods diprediksi akan semakin bergairah pada semester II/2016 ini, seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat. Peningkatan pertumbuhan consumer goods sudah mulai terlihat sejak triwulan I/2016.