Kemitraaan Budidaya Pohon Albasia

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Pembudidayaan berskala bisnis pohon kayu albasia secara kemitraan dengan masyarakat, ditawarkan dikembangkan pada lahan kehutanan dan perkebunan di Jabar selaku sentra produksi nasional. Kementrian BUMN meminta Perum Perhutani Unit III dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menyediakan lahan cadangan, untuk dapat ditanami pohon albasia untuk dimitrakan dengan masyarakat.

Deputi Bidang Agroindustri Kementrian BUMN, Agus Pakpahan, di Bandung, Kamis (11/6) mengatakan, potensi bisnis pohon kayu albasia sangat menjanjikan pendapatan layak bagi masyarakat, apalagi kebutuhan kayu kelas menengah ke bawah terus meningkat. Dalam satu hektare lahan, akan dapat diperoleh nilai penjualan Rp100 juta dari populasi tanaman albasia berumur delapan tahun.

"Kemitraan penanaman albasia cocok dikembangkan di kehutanan dan perkebunan, sebagai upaya mengangkat perekonomian masyarakat desa sekitarnya. Setidaknya, eksistensi unit kehutanan dan perkebunan menjadi perekat kekompakan dengan masyarakat sekitar, yang timbal baliknya diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan. (A-81/das)***

Baca Juga

Kerjasama Aliansi Bisnis Bank Bjb

EKONOMI
Kerjasama Aliansi Bisnis Bank Bjb

Pensiunan Terima Rapel dan Gaji ke-13

EKONOMI
Pensiunan Terima Rapel dan Gaji ke-13

Tingginya Permintaan, Harga Kain Naik

EKONOMI
Tingginya Permintaan, Harga Kain Naik

Selama Lebaran Pemkot Solo Beri Dispensasi kepada Minimarket

EKONOMI

SOLO, (PRLM).- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah mempertimbangkan memberikan dispensasi bagi puluhan minimarket yang mengajukan izin, agar selama masa lebaran jam operasional yang semula dibatasi hanya sampai pukul 00.00 WIB menjadi 24 jam nonstop.