Pemberian Dana Hibah Dipertanyakan

JAWA BARAT

CIREBON, (PRLM).- Guru besar ilmu pemerintahan, politik dan tata negara, Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Prof. Dr. H. Diharna menilai pemberian dana hibah kepada instansi vertikal tidak diatur dalam Undang Undang Otonomi Daerah. Menurut dia, mengacu kepada aturan hukum tersebut pemerintah daerah hanya diperbolehkan mengurusi masalah yang memang sudah diserahkan kepada mereka.

Ada enam urusan yang hingga kini tidak diserahkan ke pemerintah daerah, di antaranya pertahanan keamanan termasuk kepolisian, yustisi, moneter, agama dan urusan luar negeri.

"Semestinya pemerintah daerah tidak mengurusi instansi vertikal seperti Kepolisian dan instansi lainnya. Apalagi memberikan dana hibah. Mereka kan sudah ada anggarannya dalam APBN," tegas Diharna.

Dijelaskan Diharna, pemberian tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai hibah. Namun, dana tersebut bisa dikategorika sebagai sumbangan. Pasalnya, dana tersebut dikucurkan secara kontinue dalam setiap tahunnya.

 

Namun DPRD Kota Cirebon menyetujui kucuran dana hibah yang dilakukan Pemkot Cirebon terhadap sejumlah instansi vertikal dan lembaga lainnya. Dewan menilai dana hibah yang jumlahnya mencapai sekitar Rp15 miliar itu sudah sesuai dengan aturan.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Drs. H. Dahrin Syahrir saat dimintai komentarnya, mengungkapkan, pemberian dana hibah terhadap instansi vertikal merupakan sesuatu yang wajar. Apalagi menurut Dahrin ada aturan atau payung hukum yang memperbolehkan pemberian dana hibah tersebut, guna mendukung kinerja lembaga vertikal.

Sebelumnya diberitakan kucuran dana hibah dari APBD Kota Cirebon sebesar Rp15 miliar yang diberikan kepada instansi vertikal dan lembaga lainnya cukup mengundang reaksi sejumlah kalangan. Selain karena nilainya yang cukup besar, pemberian hibah tersebut dinilai kurang tepat, karena masih banyak pos anggaran bagi masyarakat yang terpaksa dipangkas karena keterbatasan anggaran. (A-92/das)***

Baca Juga

Ada Obat Nyamuk Menyala

Tuangkan Bensin, Malah Rumah Habis Terbakar

JAWA BARAT

CIREBON, (PRLM).- Rumah Markonah (65) warga Jalan Jagasatru, Kelurahan Drajat Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, ludes terbakar Kamis (26/3/2015) pagi.

Menurut informasi, kebakaran bermula dari upaya Markonah menuangkan bensin jualannya ke botol kosong, di depan rumahnya.

Pemkab Cianjur Masih Dukung Larangan Rapat di Hotel

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).-Pemerintah Kabupaten Cianjur masih mendukung penuh arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengenai pembatasan rapat di hotel.

Lima Persen Warga Kota Banjar Belum Miliki e-KTP

JAWA BARAT

BANJAR,(PRLM).-Sebanyak 5 persen dari 144.000 warga Kota Banjar yang berhak dan memenuhi persyaratan, belum memiliki KTP elektronik atau e-KTP. Di antaranya adalah tenaga kerja Indonesia (TKI yang tidak melaporkan diri, pemula dan KTP belum jadi.

Perluasan Landasan Pacu BIJB ke Situ Cimaneuh

JAWA BARAT
TATI PURNAWATI/PRLM

MAJALENGKA, (PRLM).- Perluasan landasan pacu Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati dikabarkan akan dilakukan ke arah Desa Kertajati tepatnya wilayah Situ Cimaneuh.