Panwas Bingung Lakukan Tugas

POLITIK

CIAMIS,(PRLM).-Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kabupaten Ciamis masih kebingungan melaksanakan tugas pengawasan untuk pemilu presiden mendatang. Alasannya karena sampai saat ini belum ada sosialisasi maupun pemahaman tentang UU nomor 42 Tahun 2008 tentang Pilpres dari Panwaslu pusat maupun Bawaslu.

"Terus terang hingga saat ini kami belum menerima penjelasan atau arahan soal UU tentang Pilpres. Untuk internal sendiri saja belum ada pemahaman apalagi pemahaman ke kecamatan," tutur Ketua Panwaslu Kab. Ciamis Enceng Sudrajat, Senin (1/6), di ruang kerjanya.

Dia juga mengungkapkan banyak sekali mendapat pertanyaan dari panwas kecamatan maupun Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) menyangkut pemahaman aturan Pilpres. "Kami kebanjiran pertanyaan dari panwascam maupun PPL, namun juga kami sampaikan masih bingung. Untuk amannya tunggu saja instruksi dari Bawaslu," katanya.

Selain menyangkut belum adanya pemahaman mengenai pengawasan pilpres, pihaknya juga kesulitan pendanaan untuk biaya kegiatan. Misalnya tidak tersedianya anggaran khusus untuk sosialisasi ke Panwascam maupun PPL.

Tidak tersedianya dana tersebut, tambah Enceng juga berkenaan dengan larangan penggunaan APBD untuk KPU maupun Panwas. Dia juga yakin bahwa setiap daerah telah mengalokasikan sebagian dananya dalam APBD untuk membantu kelancaran pelaksanaan Pemilu.

"Kondisi seperti itu tidak hanya di Ciamis saja, tetapi juga daerah lain. Semua anggran dari pusat, datangnya kapan, kami juga tidak tahu, sementara jkebutuhan sudah sangat mendesak, apalagi sebenatar lagi akan dimulai kampanye," tutur Enceng, seraya mengungkapkan sampai saat ini belum menerima keberatan menyangkut DPT. (A-101/A-50)***

Baca Juga

KMP dan KIH Mencair Saat Pilkada

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Koalisi merah putih dan koalisi Indonesia hebat‎ tidak akan menjadi koalisi yang permanen seperti di tingkat pusat dalam pemilihan kepala daerah serentak nanti. Koalisi partai politik akan cenderung cair, menyesuaikan kekuatan politik di daerah.

Kisruh Golkar

Pintu Islah Terkunci Gara-gara Dua Orang

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Pintu islah Partai Golkar terkunci hanya gara-gara dua orang yang menampilkan egonya masing masing. Baik Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono sama sama tak mau mengalah, padahal langkah islah demi menyelamatkan partai.

Wakil Ketua DPR tak Paksakan Pemerintah

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Wakil Ketua‎ Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Taufik Kurniawan, menegaskan revisi Undang-Undang Pilkada No. 8/2015 dan UU Parpol No. 2/2011 harus tetap mendapat persetujuan Pemerintah. DPR tidak perlu memaksa jika Pemerintah tidak satu suara.

Jokowi Membuka Kongres Partai Demokrat

POLITIK

SURABAYA, (PRLM).- Presiden Joko Widodo resmi membuka acara Kongres Partai Demokrat di Surabaya, Selasa malam (12/5/2015). Sebelumnya Joko Widodo disebut-sebut tidak dapat menghadiri perhelatan lima tahunan partai berlambang mirip mercy tersebut karena kesibukannya sebagai kepala negara.