Sri Bintang Kembali Berurusan dengan Polisi

YOGYAKARTA, (PRLM).- Sri Bintang Pamungkas, kembali jadi sorotan. Bintang yang sempat mengejutkan dengan mendirikan Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) di zaman Orde Baru (Orba), kali menyelenggarakan kongres golongan putih (golput) di Yogyakarta. Namun, akibat ulahnya itu, dia berurusan dengan aparat dari Poltabes Yogyakarta.

Setelah diamankan, hingga semalam, Bintang menolak untuk diperiksa dan memberi keterangan. Kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Muhammad Irsyad Thamrin dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta mengatakan kliennya menolak diperiksa atau memberi keterangan karena merasa tidak melakukan pelanggaran.

Menurut Irsyad, Bintang harus segera dilepaskan. Polisi tidak menyebutkan apa pelanggaran apa yang dilakukan Bintang. Jika memang tidak ada bukti pelanggaran dan Bintang belum juga dibebaskan, hal itu berarti pelanggaran hukum.

"Klien kami menyelenggarakan kegiatan tersebut merupakan interpretasi dari hak menyampaikan pendapat dan hak berpolitik. Ini ada aturan dan perundangannya," katanya kepada "Antara".

Sementara itu, Kapoltabes Yogyakarta Kombes Pol Agus Sukamso mengatakan, pembubaran Kongres Nasional Golput tersebut karena pihak penyelenggara tidak mengantongi izin kegiatan. (A-147)***

Baca Juga

Hari Pertama, 983 Jemaah Lunasi BPIH Khusus

JAKARTA, (PR).- Hari pertama pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) khusus tahap 1, tercatat 983 jemaah haji khusus yang telah melakukan pelunasan.

MoU KPK-Polri-Kejagung tak Bisa Jadi Sumber Hukum

JAKARTA, (PR).- Angggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menilai MoU (memorandum of understanding) yang ditandatangani KPK bersama Polri dan Kejagung RI tidak bisa dijadikan sumber hukum dalam bertindak.