Harga Sayuran Turun Drastis

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Harga sayuran di sejumlah pasar tradisional Kab. Bandung mengalami penurunan. Kondisi itu berlangsung sejak 10 hari yang lalu, hingga Senin (4/5) harga sayuran sulit untuk naik, apalagi pasokan masih melimpah.

“Hampir semua jenis sayuran, kini harganya mengalami penurunan. Mulai dari tomat, kol, wortel, hngga cabai, harganya turun drastis. Bahkan, untuk harga cabai rawit, yang semulai mencapai Rp 30.000,00/kg, kini masyarakat bisa membeli dengan harga Rp 8.000,00/kg. Sementara sayuran lainnya, sudah lebih dulu turun harga,” ujar Jajang (22), pedagang di Pasar Kopo Sayati, Margahayu Kab. Bandung.

Menurut Entis (35), pedagang lainnya, baik di tingkat petani, bandar, hingga pedagang di pasar, sayuran yang ada dilempar dengan harga murah. Hal itu terkait dengan tingginya pasokan, kalaupun pedagang menahan barang, bisa terkena risiko sayuran jadi busuk.

Ketimbang busuk, lebih baik jadi uang. Akhirnya pedagang menjual sayuran dengan harga murah. Tapi yang mengejutkan, memang harga cabai rawit. Penurunan harganya cukup besar, dari Rp 30.000,00/kg kini hanya Rp 8.000,00/kg,” Ny. Iis, pedagang sayuran. (A-191/A-147)***

Baca Juga

Kenaikan Harga BBM, DPR Minta Penjelasan Pemerintah

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).-Dewan Perwakilan Rakyat menyerahkan keputusan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kepada Pemerintah. Namun, ‎DPR tetap meminta penjelasan dari Pemerintah terkait alasan kenaikan harga BBM yang ditetapkan mulai Sabtu (28/3/2015) ini.

Produksi Padi Jabar Pasti Naik, Belum Tentu Capai Target

EKONOMI

SUBANG, (PRLM).- Target kenaikan produksi padi Jawa Barat tahun 2015 sebanyak 2 juta ton dari tahun sebelumnya, belum tentu bisa tercapai.

Harga Minyak Dunia Kembali Merosot

EKONOMI

NEW YORK, (PRLM).- Harga-harga minyak terus merosot hari Selasa (31/3/2015) sementara para investor menunggu hasil perundingan nuklir Iran yang bisa mendorong minyak mentah Iran membanjiri pasar global yang sudah melimpah.

Jabar Targetkan Capai LPE 6,6% pada 2016

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).-Pemerintah pusat memberi target kenaikan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) 6,6 persen pada 2016 untuk Provinsi Jawa Barat. Angka berada di kisaran target Pemprov Jawa Barat sendiri sebesar 6,3 - 6,9 persen.