Pertina Jabar Kecewa

BANDUNG, (PRLM).- Pertina Jawa Barat mengaku kecewa setelah petinjunya, Dadan Amanda yang meraih emas pada PON XVII/2008 tidak dipanggil ke pelatnas SEA Games 2009. Demikian keterangan Wakil Ketua I Pengda Pertina Jabar Ronny Sigarlaki di sekretariat pengda Pertina, Jln. Pajajaran Bandung, Rabu (1/4).

Pengda Pertina Jabar akan segera meminta klarifikasi pengurus pusat terkait keputusan tersebut. Pada PON XVII di Kaltim, cabor tinju mempersembahkan tiga medali emas atas nama Martin Surati (45 kg), Dadan Amanda (57 kg), dan Bartje Tibalimeten (60 kg).

Mengingat PON merupakan titik kulminasi pembinaan, biasanya para peraih emas itu otomatis terpilih sebagai penghuni Pelatnas SEA Games. Namun, dalam SK PP Pertina yang diterima pengda pada 2 Maret lalu, hanya nama Marthin Surati yang tertera dalam daftar petinju Jabar yang masuk ke pelatnas.

Sementara Dadan tidak ada dipanggil. Untuk Bartje, Indonesia memang tidak menurunkan kontingen untuk kelas 60 kg. "Anehnya, tempat Dadan di kelas bulu 57 kg, malah diisi oleh peraih medali perak Arenaldo Moniaga dari DKI Jakarta," kata Ronny.

Ronny mengaku tidak memahami kriteria PP dan KONI dalam menentukan atlet untuk pelatnas. Bahkan, saat Ketua Harian Pengda Pertina Jabar As Aidil Asha menanyakan hal ini secara langsung kepada Direktur Pelatnas Hengky Silatang, jawabannya masih mengambang.

Menurut Ronny, postur Dadan dengan tinggi badan 165 cm disebut-sebut sebagai penyebab tidak masuknya petinju asal Sukabumi itu ke dalam pelatnas. Sementara Arenaldo memiliki postur lebih tinggi, 170 cm.

Akan tetapi, dalam hal umur, baik Dadan maupun Arenaldo sama-sama berusia 24 tahun. "Tapi, dari segi prestasi, Dadan sangat menonjol. Dia mendapat medali emas PON, serta STE 2008 dan 2009. Soal usia juga dia masih 24 tahun," ungkapnya. (A-180/A-26).***

Komentari di Facebook !