Sekda Kota Tasikmalaya Merasa tak Bocorkan Rahasia Negara

TASIKMALAYA, (PRLM).- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Endang Suhendar mengatakan, dirinya tidak pernah membocorkan rahasia negara. Tuduhan yang banyak dialamatkan kepada dia, merupakan fitnah dengan tujuan agar segera diberhentikan dari jabatan Sekda Kota Tasikmalaya.

"Sumpah Demi Allah, saya tidak pernah membocorkan rahasia negara. Justru, saya ingin mengetahui rahasia apa yang telah saya bocorkan. Kalau soal sewa rumah dinas wali kota, itu sudah ada dalam APBD Kota Tasikmalaya. Apapun yang ada di APBD bukan merupakan rahasia," kata Sekda Endang Suhendar, ketika diminta tanggapan oleh "PR", Minggu (29/3).

Sekda Kota Tasikmalaya diminta tanggapan itu, sehubungan banyak selebaran dan juga pernah muncul aksi dari LSM, yang menuduh sekda telah membocorkan rahasia negara/pemkot. Tuduhannya, mulai dari munculnya kasus sewa rumah dinas wali kota yang tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Menurut Endang Suhendar, dia tidak pernah memberikan informasi soal sewa rumah dinas kepada siapapun. Selama ini, dia memilih diam, sekalipun terus banyak fitnah dan terus dizholimi.

Dia sadar bahwa muara dari semua tuduhan atau fitnah tersebut, tujuannya yaitu ingin menggeser dia dari jabatan sekda. Dia sendiri tidak pernah mempertahankan jabatan tersebut. Selama ini, dia tetap mengacu kepada aturan kepegawaian, profesional dan tetap loyak kepada pimpinan.

"Saya siap diganti dari jabatan sekda, kapanpun. Saya tidak takut kehilangan jabatan, dan tidak khawatir kalau dipindahkan. Jadi, bagi saya untuk urusan jabatan tidak ada beban. Toh sudah hampir setahun, saya juga tidak pernah diberikan disposisi untuk urusan pekerjaan," katanya. (A-97/das)***

Baca Juga

Daya Tarik Wisata di Kaki Gunung Ciremai

KUNINGAN, (PR).- Suhu udara di kawasan Bumi Perkemahan Ipukan, bawahan lereng selatan Gunung Ciremai, sore itu Minggu 25 Desember 2016 sekitar pukul 14.30 terukur hanya mencapai kisaran 21 derajat celcius.

Petani Tomat di Sukabumi tak Berdaya Hadapi Hama

SUKABUMI, (PR).- Para petani tomat di Sukabumi terancam merugi. Petani di sentral sayur-mayur di Lembah Halimun dan Selabintana, Kabupaten Sukabumi hanya bisa pasrah saat hama phytophthora menyergap tanamannnya.