Penyebab Kebakaran Belum Dipastikan

BEKASI, (PRLM).- Kebakaran yang melalap 14 rumah toko (ruko) di kompleks Ruko Bekasi Fajar, Cikarang Barat, Kab. Bekasi hingga sekarang belum dapat dipadamkan. Sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran gabungan dari petugas pemadam dari Kab. Bekasi, petugas pemadam dari kawasan industri Jababeka, Ejip, dan MM 2000 belum dapat memadamkan api dengan total.

Masih ada sekitar 4 ruko yang dikelilingi api. "Karena api merembet dengan cepat dan terlampau besar kami susah melakukan pemadaman. Meski begitu, hingga kini tinggal 4 ruko lagi," ujar salah satu petugas pemdam kebakaran, Hamid (35).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cibitung, AKP M. Rosyid yang menangani kasus ini mengatakan belum bisa memastikan penyebab kebakaran dan jumlah kerugian akibat kebakaran ini. "Kami masih dalam tahap penyelidikan. Bahkan, ada tidaknya korban masih kami selidiki," kata M. Rosyid. (A-186/A-147)***

Baca Juga

Prostitusi Rumahan: Saat Stigma Jadi Dilema di Pagaden

Hari ke-3

-6.456337, 107.812611

SULIT menceritakan fakta yang saya temui di sini jika harus tetap mengindahkan norma dan etika benar-salah maupun baik-buruk. Jadi, saya sampaikan saja apa adanya.

Tim Kejari Jemput Paksa Wakit Ketua DPRD Majalengka

MAJALENGKA,(PR).- Wakil Ketua DPRD Majalengka Ali Surahman asal partai Gerindra, dijemput paksa tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka di ruang kerjanya di DPRD Majalengka ketika yang bersangkutan akan mengikuti sidang paripurna PAW salah seorang anggota dewan dari Partai Demokrat, yan

Tim Sergap TNI Lakukan Sidak ke Gudang Bulog Kasokandel

MAJALENGKA, (PR).- Tim Serapan Gabah Petani (Sergap) dari Markas Besar TNI lakukan sidak ke Gudang Bulog Kasokandel, Desa Kasokandel, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka dan pabrik penggilingan padi di Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka untuk memastikan pemenuhan target se

Ngarewahkeun, Tradisi Jelang Ramadan di Banjaran

MENYAMBUT bulan suci Ramadan ada kebiasaan warga disejumlah desa di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka yakni melakukan kirim-kirim makanan kepada sanak pamili yang diistilahkan warga setempat dengan “ngarewahkeun”.