Barack Obama Dekati Iran

WASHINGTON, (PRLM).- Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mencoba mengikis kecurigaan dan permusuhan AS-Iran yang sudah berlangsung selama beberapa dekade dengan meluncurkan sebuah pesan sinyal perdamaian dan awal baru hubungan AS-Iran yang langsung disampaikan Obama kepada masyarakat serta para pemimpin Iran, Jumat (20/3). Presiden Obama menyerukan himbauan mencairkan perbedaan dan sebuah kesepakatan jujur dengan Teheran.

Presiden Obama merilis sebuah pesan video dengan judul Farsi yang menghimbau kedua negara (AS-Iran) untuk mencairkan permusuhan dan kebencian yang sudah terlalu lama terjadi. Video pesan itu dibuat bertepatan dengan festival Nowruz (no-ROOZ), yang berarti "new day" ("Hari yang Baru"). Festival itu menandai musim semi dan hari libur besar di Iran.

"Jadi dalam musim permulaan baru ini saya ingin berbicara dengan secara langsung kepada para pemimpin Iran," kata Obama dalam video tersebut. "Kami memiliki perbedaan diplomasi yang serius yang terus memanas sepanjang waktu. Pemerintahan saya saat ini berkomitmen untuk menjalin diplomasi yang ditujukan untuk mengatasi semua cakupan masalah diantara kita dan kembali mengkonstruksi hubungan diantara AS, Iran, serta komunitas internasional," tandas presiden Obama. (A-151/A-26).***

Baca Juga

Irak Dihapus dari Daftar Negara yang Dilarang Masuk Ke AS

WASHINGTON, (PR).- Setelah perintah eksekutif Donald Trump soal imigrasi dibekukan oleh pengadilan, kini aturan tersebut diubah dengan menghapus Irak dari daftar negara yang dilarang masuk ke Amerika Serikat untuk sementara.

Malaysia Menyegel Kedutaan Korea Utara

KUALA LUMPUR, (PR).- Kepolisian Malaysia menyegel dan menutup gedung Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur, Selasa, 7 Maret 2017. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah diplomat Korea Utara dan juga sejumlah pejabat lainnya di kantor tersebut untuk pergi ke luar dari negara Malaysia.