Barack Obama Dekati Iran

WASHINGTON, (PRLM).- Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mencoba mengikis kecurigaan dan permusuhan AS-Iran yang sudah berlangsung selama beberapa dekade dengan meluncurkan sebuah pesan sinyal perdamaian dan awal baru hubungan AS-Iran yang langsung disampaikan Obama kepada masyarakat serta para pemimpin Iran, Jumat (20/3). Presiden Obama menyerukan himbauan mencairkan perbedaan dan sebuah kesepakatan jujur dengan Teheran.

Presiden Obama merilis sebuah pesan video dengan judul Farsi yang menghimbau kedua negara (AS-Iran) untuk mencairkan permusuhan dan kebencian yang sudah terlalu lama terjadi. Video pesan itu dibuat bertepatan dengan festival Nowruz (no-ROOZ), yang berarti "new day" ("Hari yang Baru"). Festival itu menandai musim semi dan hari libur besar di Iran.

"Jadi dalam musim permulaan baru ini saya ingin berbicara dengan secara langsung kepada para pemimpin Iran," kata Obama dalam video tersebut. "Kami memiliki perbedaan diplomasi yang serius yang terus memanas sepanjang waktu. Pemerintahan saya saat ini berkomitmen untuk menjalin diplomasi yang ditujukan untuk mengatasi semua cakupan masalah diantara kita dan kembali mengkonstruksi hubungan diantara AS, Iran, serta komunitas internasional," tandas presiden Obama. (A-151/A-26).***

Baca Juga

Masyarakat Indonesia Promosikan Bhinneka Tunggal Ika

SYDNEY, (PR).- ‎Masyarakat Indonesia yang tinggal di Kota Sydney dan sekitarnya yang tergabung dalam Dewan Masyarakat Indonesia atau Indonesian Community Council, New South Wales (NSW) telah mempromosikan konsep Bhinneka Tunggal Ika kepada masyarakat Australia.

Tindakan Pilot Mungkin Sebabkan Jatuhnya FlyDubai

MOSKOW, (PR).- Otorita penerbangan Rusia mengatakan pilot pesawat penumpang FlyDubai yang jatuh di Rostov-on-Don pada 19 Maret telah mengambil tindakan bertentangan dalam menit-menit terakhir sebelum pesawat jatuh, menewaskan 62 orang di dalamnya.

Virus Zika Lebih Mengerikan dari Perkiraan Semula

TEXAS, (PR).- Virus Zika lebih “mengerikan” dari yang sebelumnya diperkirakan dan imbasnya ke Amerika Serikat boleh jadi lebih dahsyat ketimbang estimasi semula, sebut sejumlah pejabat kesehatan AS.