Barack Obama Dekati Iran

WASHINGTON, (PRLM).- Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mencoba mengikis kecurigaan dan permusuhan AS-Iran yang sudah berlangsung selama beberapa dekade dengan meluncurkan sebuah pesan sinyal perdamaian dan awal baru hubungan AS-Iran yang langsung disampaikan Obama kepada masyarakat serta para pemimpin Iran, Jumat (20/3). Presiden Obama menyerukan himbauan mencairkan perbedaan dan sebuah kesepakatan jujur dengan Teheran.

Presiden Obama merilis sebuah pesan video dengan judul Farsi yang menghimbau kedua negara (AS-Iran) untuk mencairkan permusuhan dan kebencian yang sudah terlalu lama terjadi. Video pesan itu dibuat bertepatan dengan festival Nowruz (no-ROOZ), yang berarti "new day" ("Hari yang Baru"). Festival itu menandai musim semi dan hari libur besar di Iran.

"Jadi dalam musim permulaan baru ini saya ingin berbicara dengan secara langsung kepada para pemimpin Iran," kata Obama dalam video tersebut. "Kami memiliki perbedaan diplomasi yang serius yang terus memanas sepanjang waktu. Pemerintahan saya saat ini berkomitmen untuk menjalin diplomasi yang ditujukan untuk mengatasi semua cakupan masalah diantara kita dan kembali mengkonstruksi hubungan diantara AS, Iran, serta komunitas internasional," tandas presiden Obama. (A-151/A-26).***

Baca Juga

Madu dari Bangkai Halal atau Haram

WASHINGTON, (PR).- Tak semua madu yang diproduksi oleh lebah didapatkan dari serbuk sari bunga atau madu bunga, percaya atau tidak ternyata ada golongan lebah yang membuat madu dari hewan yang telah mati.

Ribuan Warga Filipina Diungsikan Terkait Bahaya Topan Dahsyat

MANILA, (PR).- Mengantisipasi terjadinya serangan topan dahsyat Nock-Ten dengan kecepatan angin 235 Km per jam tersebut, pemerintah Filipina pun mengevakuasi ribuan warga dari kawasan timur provinsi Catanduanes Serangan topan tersebut, seperti dilaporkan AFP, Minggu 25 Desember 2016, telah menyeb

Obama Belum Umumkan Sanksi untuk Rusia

WASHINGTON, (PR).- Tiga pekan menjelang lengser, Presiden Amerika Serikat Barack Obama ingin memastikan Rusia mendapat pelajaran terkait dugaan peretasan yang mengintervensi Pemilihan Presiden AS pada November lalu.