Muhammadiyah Tidak Calonkan Dien Menjadi Presiden

NASIONAL

YOGYAKARTA,(PRLM).-Muhammadiyah secara kelembagaan tidak akan menghalangani Ketua Umum Muhammadiyah Prof Dr Dien Syamsudin mencalonkan presiden. Syaratnya dia harus lepas jabatan di Muhammadiyah dalam mencapai kursi kepresidenan.

"Ada tawaran terhadap elit, ketua umum, cabang, ranting Muhamammadiyah, itu kita sikapi sebagaimana lazimnya. Kalau yang meminang dan dipinang cocok, masak tidak dikasihkan," kata Ketua PP Muhammadiyah Dr.Haedar Nashir di PP MUhammadiyah Yogyakartra, Senin (2/3).

Berbicara pada forum penjelasan pers persiapan Tanwir Muhammadiyah di Bandarlampung, 5-8 Maret 2009, dia menyatakan Muhammadiyah mengharuskan kader atau pengurus yang berpolitik harus melepas jabatan. Ketentuan ini diatur khusus dalam Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 160/2008 tentang Larangan Rangkap Jabatan Pengurus Muhammadiyah.

"Kita sudah edarkan. Sejumlah rektor dan pengurus yang menjadi caleg, kita lepas dari jabatannya di Muhammadiyah," kata dia.

Dalam hal Dien Syamsuddin dicalonkan menjadi presiden, dia menyatakan Muhammadiyah tidak mencalonkan. "Muhammadiyah tidak akan melancangi parpol. Mencalonkan presiden itu porsi mereka (parpol)," kata Haedar.

Walaupun tidak menentukan karir politik pengurus, Muhammadiyah akan memberikan sinyal pertimbangan bagi kader partai yang mencalonkan presiden dan karir politik lainnya.

"Muhammadiyah dalam melepas kader (yang menjadi capres) hanya mengingatkan tentang "itung-itung" (kalkulasi) apa visi kebangsaan dan kenegaraan dan aksestabilitas untuk keperluan bangsa serta termasuk dukungan politik. Bisa jadi, kita punya kader, parpol meminang, kita tidak melepas. Sebab parpol sekarang punya area politik sendiri, punya kecenderungan ananiyah hisbiyah atau orentasi pada internal partai sendiri besar sekali," kata dia.

Dengan melihat kecenderungan partai semacam itu, dia menegasdkan, "Muhammadiyah rileks sekali menghadapi pemilu. Soal kepemimpinan bangsa bukan agenda Muhammadiyah," ujar dia.

Bila ikut bicara soal kepemimpinan nasional, Muhammadiyah hanya akan membatasi pembicaraan pada aspek kualitas kepemimpinan yang perlu dimiliki bangsa ini.

"Kami akan menyampaikan kriteria kepemimpinan nasjonal, Bisa rujuk nilai standar kualitas moral, intelektual. Yang paling susah (dipenuhi) syarat pemimpin bisa mimpin bangsa," kata dia.

Menyangkut caleg, dia menegaskan sejumlah kader Muhammadiyah telah dilepas jabatannya karena mencalonkan diri. Ketentuan ini mengacu SK 160/2008 tentang Larangan Rangkap Jabatan.(A-84/kur)***

Baca Juga

Minibus Hilang Usai Tercebur ke Sungai Bengawan Solo

NASIONAL
SOLO, (PRLM).- Satu minibus sempat hilang usai tercebur ke Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur. Peristiwa tersebut diduga terjadi karena pemilik salah dalam memarkir kendaraanya.
 

Kepolisian Poso Siapkan Operasi Baru Perburuan Kelompok Teroris Santoso

NASIONAL

POSO, (PRLM).- Kepolisian Poso Sulawesi Tengah menegaskan tidak akan berhenti memburu kelompok teroris Santoso meskipun Operasi Camar Maleo IV telah berakhir pada 9 Januari 2016.

Sopir Perkosa Wanita yang Pulang Berbelanja

NASIONAL
KEFAMENANU, (PRLM).- - Janin hasil hubungan paksa atau diperkosa yang mulai membesar membuat wanita berinisial SJ atau Stefani Janaria (27) asal Nian, Kecamatan Miomaffo Tengah, akhirnya melapor ke kantor Polres Timor Tengah Utara.

Dukun Cabul Nekat Setubuhi Korban di Gua Keramat

NASIONAL
TUBAN, (PRLM).- Perbuatan seorang dukun asal Tuban, Jawa Timur ini benar-benar bejat. Saat dimintai tolong untuk menyembuhkan orang sakit, ia malah menyetubuhi korbannya yang masih di bawah umur hingga dua kali.