Aris Tewas Terseret Arus Sungai Cisangkuy

SOREANG, (PRLM).-Aris Tri Prasetyo, warga Jl. Wayang No. 23 Kota Bandung, tewas terseret arus Sungai Cisangkuy, di Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, Minggu (22/2) petang. Saat kejadian, korban dan empat rekannya sedang bermain arung jeram.

Kapolsek Pangalengan, AKP. D. Cahyadyawan, Senin (23/1) mengatakan, Korban bersama rekan-rekannya bermain arung jeram di Kp. Cisangkuy, Desa Lamajang, Kec. Pangalengan, pada pukul 17.30 WIB. Saat itu air sungai sedang deras, dan membuat perahu yang ditumpangi korban dan rekan-rekannya terbalik.

"Empat orang selamat, tapi korban terseret. Teman-temannya sempat melakukan pencarian sampai pukul 22.30 WIB, dengan jarak pencarian 2 km dari titik korban terjatuh. Karena tidak berhasil menemukan korban, mereka kemudian melapor ke Polsek Pangalengan," kata Cahyadyawan.

Aparat Polsek kemudian melakukan pencarian, dan melakukan koordinasi dengan Polsek Banjaran, karena Sungai Cisangkuy melewati wilayah Polsek Banjaran. Namun, pencarian itu tidak membuahkan hasil.

Baru pada Senin pagi, sekira pukul 5.30 WIB, korban di temukan oleh Ason (34) warga Kp. Cae, Desa Kianroke, Kec. Banjaran. Ason tidak sengaja menemukan jasad Aris, saat dia sedang mencari kayu bakar. Dia melihat jasad itu tersangkut di antara sampah di Sungai Cisangkuy.

Saat ditemukan, di tubuh Aris masih terpasang pelampung dan helm. Namun, kepalanya mengalami cedera yang sangat parah.

Setelah melihat jasad itu, Ason melapor ke warga lainnya, dan diteruskan dengan melapor ke Polsek Banjaran. Jasad Aris kemudian diangkat dan diidentifikasi oleh aparat Polres Bandung. Setelah mendapat kepastian, bahwa jasad itu adalah Aris Tri Prasetyo, keluarga korban kemudian membawanya pulang ke Kota Bandung.

Menurut Cahyadyawan, berdasarkan keterangan para saksi, Minggu petang itu korban bersama teman-temannya, sedang berniat melakukan survey, untuk kegiatan usaha mereka di bidang wisata arung jeram. Korban sendiri, merupakan pimpinan perusahaan yang bernama PT Reka Perdana Adventure itu.

"Sayangnya mereka nekad melakukan arung jeram pada pukul 17.30 WIB. Padahal batas waktu yang diijinkan untuk melakukan arung jeram itu adalah pukul 15.00 WIB. Mereka tidak melapor kepada kami akan adanya kegiatan survey itu. Kejadian ini merupakan akibat kelalaian mereka," kata Cahyadyawan.

Saat ini, jelasnya, Polsek Pangalengan masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Sejauh ini, peristiwa itu masih diduga sebagai kecelakaan biasa.

Pada Senin siang, setelah disemayamkan di rumah duka Jln. Wayang 32 Bandung, jenazah Aries Tri Prasetyo (38), dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Caringin. Sejumlah kerabat dan rekan kerja almarhum tampak mengiringi jenazah ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Salah seorang rekan alamarhum, Trisna (41), mengatakan pengarungan yang dilakukan Minggu (22/2) terpaksa dilakukan sore hari karena pihak sponsor yang akan mem-branding Kampung Cisangkuy datang terlalu sore.

"Saat diperiksa, debit air masih terbilang normal untuk dilakukan pengarungan. Akhirnya Aries pun turun bersama empat awak lain dalam perahu yang sama," kata Trisna, yang ditemui wartawan usai pemakaman.

Trisna mengatakan, mereka yang turun untuk arung jeram sore itu merupakan orang-orang yang berpengalaman mengarungi sungai saat sore hari. Sejumlah prosedur standar tetap pun telah ditempuh. Di antaranya, pemakaian alat keselamatan dan memeriksa keamanan alat-alat pengarungan."Perahu yang dipakai pun sudah dipastikan layak untuk dipakai," ujarnya.

Sekitar pukul 17.30 WIB, pengarungan pun dimulai. Namun tak beberapa lama kemudian, perahu terbalik. Tubuh Aries yang terbawa aliran air baru ditemukan keesokan paginya. (A-132/A-184/kur)***

Baca Juga