Pemkab Kuningan Petakan Jalan Lingkar

KUNINGAN, (PRLM).- Pemkab Kuningan merencanakan pembangunan jalan lingkar, untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas di tengah kota. Rencana pembangunan jalan itu juga untuk menjawab keluhan sopir angkutan umum jurusan Cirebon-Tasikmalaya atau sebaliknya, yang merasa terlalu jauh jika harus masuk ke Terminal Kertawangunan.

"Kami sudah melakukan pemetaan wilayah. Jadi kendaraan umum dari Tasikmalaya nantinya akan memasuki ruti Kadugede, Cibinuang, Citangtu dan Purwasari menuju Kertawangunan. Sementara angkutan umum dari arah Cirebon melewati Cilimur, Caracas, Panauwan, Timbang dan menuju Kertawangunan," ujar Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kuningan, Sodikin, Sabtu (10/1).

Menurut Sodikin, semula para sopir angkutan umum mengeluhkan pemindahan Terminal di Cirendang ke Kertawangunan. Sebab, dari Kertawangunan mereka harus kembali lagi masuk kota dengan jarak kira-kira 7 km. Jarak tersebut dipermasalahkan para sopir karena harus bolak-balik. Tapi, nanti para sopir tidak perlu lagi masuk kota setelah ada jalan lingkar. (A-165/A-147)***

Baca Juga

Kepala Daerah Selamatkan Anak yang Dirantai Selama 3 Tahun

KARAWANG, (PR).- Erik Pratama (8) seorang anak yang merupakan warga Dusun Sukatani, Desa Pangulah Baru, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang terpaksa harus dirantai oleh orangtuanya karena sering berbuat ulah.

Ambles Lagi, Penghubung Majalengka-Kuningan Kembali Ditutup

MAJALENGKA, (PR).- Ruas jalan Provinsi antara Majalengka-Kuningan lintas Cikijing tepatnya di Desa Wanahayu, Kecamatan Maja, kebupaten Majalengka kembali ambles di bagian tengahnya. Akibatnya ruas jalan tersebut kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Mahasiswa Banten Siap Antasipasi Isu SARA

CIBINONG, (PR).- Dewan Pembina Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Bogor, Jaro Ade mengatakan, lebih dari 4.000 orang asal Banten yang menimba ilmu di Bogor dan tersebar di berbagai kampus.

500 Ajengan Akan Dampingi Siswa Setiap Minggu di Sekolah

PARIGI, (PR).- Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran menjamin, program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) tidak menyalahi aturan. Hal itu karena dalam penerapannya, para penceramah tersebut hanya akan menjadi pendamping guru mata pelajaran.