Panwas Minta Klarifikasi Gotas

SUMBER, (PRLM).- Panitia pengawas (panwas) pemilu Kab. Cirebon meminta klarifikasi Tasiya Soemadi (Gotas), terkait pemasangan iklan dan baliho calon legislatif (caleg) itu yang mencantumkan kata "barang akas". Pemanggilan Gotas tersebut, menyusul adanya pengaduan dari masyarakat kepada panwas, yang menilai kata "barang akas"  menjurus kepada kata-kata asusila.

Ketua Panwas Kab. Cirebon, Didit Adut Karyadi, Rabu (7/1), mengatakan, pihaknya memang telah memeinta klarifikasi kepada Gotas. Sebelumnya, panwas juga sudah meminta para bahasa dan budayawan Cirebon. Sebagian dari pakar bahasa Cirebon, menilai "barang akas" cenderung kepada alat kelamin. Sementara, Gotas memberi penjelasan, "barang akas" tersebut berarti semangat orang Cirebon. "Kita masih mempelajari masalah ini untuk ditindaklanjuti," ujarnya. (C-17/A-147)***

Baca Juga

Aher: Ubah Perilaku Terhadap Air

SUMEDANG, (PR).- Peringatan Hari Air Dunia yang ke-25 tahun 2017, harus dimaknai dengan merubah perilaku masyarakat terhadap air. Masyarakat harus menjaga dan melestarikan air sebagai sumber kehidupan manusia.

Guru Harus Melek Teknologi Media Informasi

SUMEDANG, (PR).- Guru dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, yaitu harus akrab dengan kecanggilan teknologi media informasi. Guru harus bisa memanfaatkan hebatnya teknologi informasi itu untuk kepentingan pendidikan serta kemudahan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Brownies Kulit Pisang Ini Bikin Ketagihan

DALAM film-film komedi slapstick, kulit pisang hanyalah sampah yang cuma bikin kepeleset orang untuk mengundang tawa penonton. Namun, di tangan Agus Nurrohman Siddik, kulit pisang disulap menjadi jajanan mewah, brownies.

Pegiat Minat Baca

Pian Sopian, Pegiat Minat Baca yang Diundang Jokowi ke Istana

PIAN Sopian, supir angkot trayek Terminal Leuwipanjang-Soreang, itu berdiri di depan angkotnya yang diparkir di pinggir Istana Negara. Buku yang disusun di bagian belakang mobil terlihat dari celah jendela angkotnya yang terbuka.