AKBP Akhmad Wiyagus Menjabat Kapolres Sumedang

SUMEDANG, (PRLM).- Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Akhmad Wiyagus, yang selama ini menjabat sebagai Direktur Pengaduan Masyarakat di lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mulai Jumat (19/12) mendapat tugas baru menjadi Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sumedang, Jawa Barat.Upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Sumedang bertempat di halaman Mapolres Sumedang dipimpin langsung oleh Kepala Polisi Wilayah (Kapolwil) Priangan Komisari Besar Polisi (Kombes Pol) Anton Charliyan.

Sementara itu, Kapolres Sumedang sebelumnya AKBP. Erwin Faisal, kini mendapat promosi jabatan baru selaku Komandan Detasemen Khusus Anti Teror 88 Polda Jabar.

Anton menyebutkan selama menjadi Kapolres Sumedang, Erwin Faisal dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. Bahkan, dalam upacara itu Anton Charlian, sempat menganugerahkan tanda penghargaan Award Polwil Priangan dan alumnus warga Polwil Priangan kepada Erwin Faisal.

Dalam sambutannya, Kapolwil berharap kehadiran Akhmad Wiyagus selaku Kapolres Sumedang, dapat lebih meningkatkan kinerja Polres Sumedang dalam upaya memelihara dan menciptakan ketertiban dan keamanan di Sumedang.

"Dengan adanya pak Wiyagus yang semula menjabat di KPK, mudah-mudahan juga bisa menciptakan Sumedang yang bebas dari segala bentuk korupsi," ujar Anton Charlian.(A-91/kur)***

Baca Juga

Harga Daging Stabil, Jengkol Justru Meroket

MAJALENGKA, (PR).- Kebutuhan bahan pokok jelang puasa di sejumlah pasar di Kabupaten Majalengka relatif stabil, bahkan beberapa komoditas harga cenderung turun. Hanya gula putih, telur dan jengkol yang harganya naik cukup signifikan hingga lebih 20 persenan.

7 Rumah Rusak dan Akses Lumpuh Akibat Longsor

SUBANG, (PR).- Selain Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti yang dilanda banjir bandang, dua desa lain di Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang diterjang longsor. Di Desa Mayang longsor menyebabkan tujuh rumah warga rusak.

Mahasiswa Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

KARAWANG, (PR).- Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Pemerintah Kabupaten Karawang, Rabu, 1 Juni 2016. Mereka menuntut pemerintah pusat membatalkan pengusungan mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional.