Headlines

Penderita DBD di Jateng Meningkat 200 Persen

PURWOKERTO, (PRLM),- Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Banyumas Jawa Tengah (Jateng) dan Purbalingga meningkat tajam, sebanyak 10 orang meninggal menjadi korban keganasan DBD.

Bahkan di Banyumas sudah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) DBD. Merebaknya DBD karena masyarakat sudah meninggalkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Sampai pertengahan November Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas mencatat terdapat 551 kasus DBD dengan lima korban jiwa.Namun pada pertengahan Desember angkanya berubah menjadi 620 dengan lima korban meninggal. Padahal pada 2007 lalu jumlah kasus tidak lebih dari 241 dengan korban meninggal dua orang.

Yang Menjalankan Tugas (YMT) Dinkes Banyumas Puji Astuti mengatakan, kasus DBD ditemukan 70 persen atau di 22 kecamatan yakni di wilayah endemik dan non endemik. Tahun ini DBD meningkat hampir 200 persen dibanding tahun sebelumnya. "Kita sudah menyatakan Banyumas KLB DBD," kata Puji

Merebaknya DBD di wilayah Banyumas yang sebelumnya pernah dinyakatan sebagai kabupaten bebas DBD, antara lain disebabkan oleh warga sudah meninggalkan PSN, faktor cuaca dan kualitas lingkungan yang merosot serta tingginya mobilitas penduduk. Nyamuk aedesagypti penyebar virus dongue cepat berkembang biak saat musim hujan.

Foging untuk memberantas nyamuk dewasa sudah dilakukan di sejumlah tempat. Namun diakui tidak bisa maksimal sebab anggara untuk foging terbatas. "Dari Dinkes sudah mengusulkan bantuan kepada bupati dan sudah dikabulkan, namun demikian anggaran sebesar Rp 30 juta masih belum mencukupi sebab biaya operasional foging cukup mahal," jelasnya.(A-99/kur)***

Komentari di Facebook !