Piagam ASEAN Diratifikasi

JAKARTA, (PRLM).-Pemberlakuan Piagam ASEAN akan mempercepat proses integrasi ekonomi dan peningkatan kerja sama untuk mewujudkan masyarakat ASEAN 2015."Sekalipun ada kemunduran politik di Thailand, yang saat ini mengetuai ASEAN, saya percaya ASEAN tidak akan dan tidak dapat diperlambat (pergerakan menuju integrasinya)," kata Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (15/12), seusai ratifikasi atau pengesahan Piagam ASEAN.

Piagam ASEAN adalah payung hukum bagi ASEAN yang akan mengubah organisasi itu menjadi lebih berorientasi pada masyarakat.

Terhadap nada pesimisme bahwa Piagam ASEAN dapat membimbing proses perubahan ASEAN menuju organisasi yang berdasarkan hukum, Surin mengutip pernyataan mantan Menlu Indonesia Ali Alatas bahwa Piagam tersebut bukanlah dokumen yang sempurna sehingga masih cukup ruang untuk perbaikan.

Menurut Antara, Mantan Menlu Thailand itu juga menegaskan bahwa Piagam tersebut merupakan komitmen bersama negara anggota ASEAN yang telah mengatur semua hal termasuk diantaranya promosi dan perlindungan HAM.

Menurut dia, jika suatu waktu ada anggota ASEAN yang tidak melakukan kesepakatan bersama maka dengan mudah negara-negara yang lain akan merujuk pada ketentuan atau kesepakatan dalam Piagam.(A-50)***

Baca Juga

Chelsea Clinton Beri Dukungan untuk Ibunda

PHILADELPHIA, (PR).- Putri tunggal Hillary Clinton, Chelsea Clinton tampil di Konvensi Nasional Partai Demokrat pada Kamis, 28 Juli 2016 malam waktu setempat.

Yuriko Koike, Bahasa Arab, dan Olimpiade 2020

TOKYO, (PR).- Banyak yang tidak tahu kalau pemimpin baru di Tokyo sangat fasih berbahasa Arab. Gubernur perempuan pertama Tokyo, Yuriko Koike (64) mahir berbahasa Arab karena pendidikan sarjananya diperoleh dari Universitas Kairo tahun 1976.

Kasus 1MDB, Jutaan Warga Malaysia Siap Kembali Turun ke Jalan

KUALA LUMPUR, (PR).- Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berkukuh tidak melakukan korupsi dana 1MDB sebagaimana yang dituduhkan kelompok oposisi setelah laporan investigasi Wall Street Journal dan hasil penyelidikan FBI mengungkap aliran dana korupsi di perusahaan investasi milik negara tersebut