Pungutan Biaya Sekolah Hambat Pendidikan di Jabar

BANDUNG, (PRLM).-Punggutan biaya di sekolah dasar dan menengah pertama kepada siswa merupakan salah satu hambatan dalam program pendidikan di Jawa Barat. Demikian ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, dalam seminar bertajuk "Mengawal Pembangunan Bidang Pendidikan Berbasis Anggaran 20%" yang diselenggarakan di Aula Redaksi "Pikiran Rakyat", Selasa (18/11).

Dede menyebutkan, seharusnya sekolah dasar dan menengah pertama di Jawa Barat tidak boleh lagi memungut dana apapun karena pemerintah telah menganggarkan dana pendidikan sebesar 20 persen.

Dede juga mengharapkan keberanian pemerintah Provinsi Jabar dalam menganggarkan dana pendidikan sebesar 20 persen akan meningkatkan mutu pendidikan dan meringankan beban orangtua siswa yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya sekolah.

Dalam seminar sehari yang dihadiri Direktur Utama PT Pikiran Rakyat Bandung, H. Syafik Umar, tampil sebagai pembicara Profesor Dr. H.M. Surya, Kadisdik Jabar Dr. H. Dadang Dally, dan para perwakilan dari Pemkot Bandung, Pemkab Kuningan dan Indramayu, serta perwakilan dari berbagai lembaga masyarakat.

Profesor Dr. H.M. Surya memaparkan makalah yang berjudul Politik Pendidikan: Untuk Membangun Bangsa dan Dadang Dally membahas tentang Program dan Strategi Pembangunan Pendidikan Berbasis Anggaran 20 %. (A-50)***

 

 

Baca Juga

PETUGAS Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung berada di tangga hidrolik saat memperbaiki lampu penerangan jalan umum (PJU) di dekat Jembatan Citarum, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (19/12/2014). Perbaikan lampu untuk memberikan penerangan bagi

1.000 PJU di Kabupaten Bandung Barat Mati Total

NGAMPRAH, (PR).- Sekitar 1.000 unit penerangan jalan umum di Kabupaten Bandung Barat mati total, sebagian besar berada di wilayah perkotaan. Banyaknya PJU yang mati akibat masa pakai yang telalu lama serta faktor cuaca.

Jalan Cihampelas Batal Ditutup Hari Ini

BANDUNG, (PR).- ‎Rencana penutupan Jalan Cihampelas yang sedianya diberlakukan mulai hari ini, batal dilakukan. Selain belum adanya sosialisasi secara masif kepada masyarakat, hal itu karena rambu-rambu lalu lintasnya pun belum siap.