Pilkada Ciamis Menghemat Dana

JAWA BARAT

CIAMIS, (PRLM).- Pilkada Ciamis bisa menghemat dana karena pelaksanaan pemilihan hanya berlangsung satu putaran. Hal itu diakui Ketua KPU Ciamis, Didi Heryadi, Senin (27/10) di Ciamis.

Pemilihan hanya akan berlangsung satu putaran setelah terdapat calon yang sudah mengantongi perolehan suara hingga 40 persen atau melebihi batas minimal 30 persen plus satu.

Dengan pilkada satu putaran, lanjutnya, maka akan dapat menghemat anggaran sedikitnya Rp 6,7 juta yang dipersiapkan untuk pilkada putaran kedua. Selain itu juga masih ditambah sedikitnya Rp 400 juta dari sisa pengadaan barang dan jasa.

"Sisanya kita kembalikan ke kas daerah. Dan ini juga menunjukkan bahwa kita tidak main projek. Kita juga siap diaudit, karena audit juga merupakan keharusan sebagaimana diatur Permendagri tentang Pengelolaan penggunaan dana hibah pilkada," jelas Ketua KPU Ciamis.

Diungkapkan, anggaran pilkada hanya sebesar Rp 12.250,00/ pemilih. Jumlah tersebut lebih kecil apabila dibandingkan daerah lain seperti Kota Banjar dan daerah lain.

Secara terpisah Wakil Ketua DPRD Ciamis M Taufiq BA mengatakan anggaran pilkada putaran kedua yang tidak terpakai dan sisa anggaran pilkada murni, dikembalikan ke kas daerah. Dia minta agar anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk sektor yakni pendidikan, kesehatan dan penguatan perekonomian rakyat.

"Anggaran yang tidak terpakai untuk pilkada itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Dana itu nantinya akan di carry over anggaran 2009," tuturnya. ((A-101/A-26).***

Baca Juga

Korban Trafficking di Jabar Turun

JAWA BARAT

GARUT, (PRLM).- Jumlah korban trafficking asal Provinsi Jawa Barat yang dipulangkan pada pertengahan tahun 2015 ini sebanyak lima orang. Data ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, bahkan dari tahun ke tahun jumlah korban trafficking ini semakin turun.

Budi Bertekad Bersihkan Tasikmalaya dari Miras

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Maraknya peredaran minuman keras (miras) di Kota Tasikmalaya sudah masuk kategori "Darurat Miras". Untuk menekan agar tidak terus meningkat, Pemerintah Kota Tasikmalaya segera mensahkan Perda Pengendalian Minuman Keras.

Peternak Sapi dan Kambing Mulai Sulit Cari Rumput

JAWA BARAT
SONI (43) warga Desa Kadugeda, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan menyabit rumput untuk pakan ternak domba peliharaannya di sekitar Taman Makam Pahlawan Haurduni Kuningan yang berjarak sekitar 6 Kilometer dari desanya itu, beberapa hari yang lalu.

KUNINGAN, (PRLM).- Masyarakat pemelihara sapi, kambing, dan domba di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Kuningan, kini mulai kesulitan mendapatkan rumput hijau untuk pakan ternak tersebut.

Mahasiswa Unsil Demo, Prihatin Kondisi Koperasi

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam ikatan mahasiswa program studi pendidikan ekonomi Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya melakukan aksi damai di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya, Kamis (9/7/2015).