Mahasiswa Akper Cianjur Unjuk Rasa

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).-Mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Cianjur menggelar unjuk rasa, , Selasa (21/10). Mereka menuntut Direktur Akper H. Enjang Nurdin mundur. Dalam aksi yang digelar kedua kalinya berturut turut, lebih dari seratus mahasiswa yang tergabung dalam Senat Mahasiswa Akper Cianjur mendatangi DPRD Kab. Cianjur.

Rombongan mahasiswa berangkat dari Kampus mereka di Jalan Rumah Sakit sekitar pukul 9.00 WIB. Kemudian melakukan long march menyusuri ruas jalan Dr. Muwardi (by pass) - Ir Juanda - Otista dan Siti Jenab. Disepanjang jalan mereka melakukan orasi berupa kekecewaan terhadap kepemimpinan direktur yang menjabat sekarang. Tiba di depan pintu gerbang Gedung DPRD sekitar pukul 10.00 WIB, mereka sempat tertahan beberapa saat.

Mereka kembali melakukan orasi, sambil mengacungkan sejumlah poster berisi tuntutan dan aspirasi, di antaranya, "Kami tidak butuh pembangunan yang mewah tapi butuh pendidikan layak". "Jangan korbankan masa depan kami untuk kepentingan pribadi", "Kami butuh bukti bukan janji", "Turunkan direktur Akper gak becus", dan "Program kuliah acak acakan".

Setelah itu, rombongan diperbolehkan masuk ke halaman gedung DPRD. Mereka semua akhirnya masuk ke ruang rapat paripurna, dan diterima Komisi I, II, III, dan IV. Hadir pula Asda I, III, dan Kepala BKD. Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan direktur yang saat ini menjabat. Kemudian minta kepada pihak terkait agar secepatnya menindaklanjuti tuntutan mereka.(A-116/A-50)***

Baca Juga

Diskop UMKM Dorong Pengusaha Miliki Sertifikasi

JAWA BARAT
SEJUMLAH pegawai Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) tengah menggelar rapat mengenai kesiapan pendataan UMKM yang ada di Cianjur. Produk UMKM tersebut sediannya akan diusulkan untuk mendapatkan sertifikasi ke Kementerian Koperasi d

CIANJUR, (PRLM).- Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur tengah menginventarisasi sejumlah produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang belum memiliki sertifikasi.

Biaya Pembangunan Pasar Pagaden Butuh Rp 2,5 - Rp 3 M

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Pemkab Subang membutuhkan biaya antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 3 miliar untuk membangun kembali kios/los/lapak di Pasar Inpres Pagaden yang terbakar beberapa waktu lalu. Namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil kajian yang kini sedang berjalan.

Pemkab Sukabumi Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Minggu (2/8/2015) menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapan seiring daerah rawan bencana semakin meluas, terutama di beberapa daerah merah kekeringan.

29 Kecamatan di Cianjur Nunggak Pembayaran Raskin

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Hanya tiga dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur hingga Juli 2015 yang bisa melunasi pembayaran beras untuk rakyat miskin (Raskin) tahun 2015. Sisanya sebanyak 29 kecamatan masih nunggak pembayaran raskin untuk kebutuhan dari Januari-Juli 2015.