Hasil Kerajinan Tangan Indonesia Diminati Afrika

JAWA BARAT

CIREBON, (PRLM).- Hasil kerajinan tangan dan meubel bambu Indonesia sangat diminati pasar di semua negara di Afrika. Selain dua komoditas tersebut rumah adat kayu "knock down", meubel rotan dan barang-barang untuk interior rumah juga memiliki pangsa pasar yang cukup besar di negara-negara Afrika.
Menurut staf di Subdirektorat Afrika Departemen Luar Negeri (Deplu) Albert Purba, pasar Afrika sangat menjanjikan terutama bagi kerajian tangan asal Indonesia. Potensi pasar kerajinan tangan yang sangat besar tersebut bakal semakin besar bersamaan dengan pelaksanaan piala dunia 2010 di Afrika.
"Di Afrika banyak orang kaya yang sangat konsumtif. Mereka kan saudara kita di kawasan Asia Afrika, dan mereka juga berharap banyak kepada Indonesia untuk bisa memasok sejumlah kebutuhan mereka," kata Albert usai menggelar pertemuan dengan pengusaha dan jajaran Pemkot Cirebon di Balaikota Cirebon Rabu (16/10).
Bersamaan dengan pelaksanaan piala dunia 2010, pasar untuk kerajinan tangan dan cinderamata piala dunia tentunya semakin menjanjikan. Keanekaragaman hasil kerajinan tangan di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Cirebon yang diproduksi usaha kecil dan menengah (UKM), katanya, tentunya harus bisa memanfaatkan pasar tersebut. "Selama ini negara-negara yang sudah memanfaatkan peluang pasar yang besar itu diantara Libanon, India dan Cina. Meski sudah ada beberapa pengusaha asal Indonesia yang memanfaatkan peluang bisnis tersebut, namun kita sudah ketinggalan jauh," katanya. 
Meski mengaku tidak hapal dengan nilai potensi perdagangan di Afrika, namun menurut pengamatan Albert, potensinya tidak bakal mengecewakan. "Banyak sekali kebutuhan warga di Afrika dipasok dari luar dari mulai sabun, mie instan, kelambu, produk pertanian sampai interior penghias rumah. Bahkan tenaga ahli pun di sana sangat kurang," katanya.
Apalagi, katanya, berdagang dengan Afrika memiliki resiko kecil karena mereka lebih memilih sistem pembayaran tunai. "Mereka lebih menyukai cash and carry. Dan itu artinya resiko kecil," katanya.
Namun demikian, Albert mengingatkan agar pengusaha Indonesia yang ingin menjalin perdagangan dengan pengusaha Afrika untuk melakukan koordinasi dengan KBRI di negara yang dituju. "Koordinasi diperlukan untuk lebih menjamin keselamatan pengusaha Indonesia agar jangan menjadi korban penipuan," katanya.
Ia juga mengajak pengusaha Cirebon untuk mengikuti sejumlah pameran yang digelar beberapa kota di Afrika karena umumnya barang hasil produksi Indonesia laku keras di sana.
"Kami siap membantu kesiapan pengusaha yang akan berpameran dengan mengontak Kedubes di negara tujuan. Barang yang akan dipamerkan bisa saja dialamatkan ke Kedubes di sana sehingga proses pengambilanya bisa lebih mudah," katanya.
Albert juga menjelaskan, kalau akan berpameran di negara Afrika, harus membawa barang dalam jumlah besar karena warga di Afrika lebih suka membeli secara langsung saat pameran berlangsung. (A-92/A-120)***

Baca Juga

Dua Terduga Teroris Jaringan Alqaidah Diringkus Densus 88

JAWA BARAT

INDRAMAYU, (PRLM).- Detasemen Khusus 88 Mabes Polri menangkap dua orang terduga teroris di dua tempat berbeda pada Jumat (15/1/2016), Keduanya disinyalir terkait dengan pengeboman Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu.

Angin Puting Beliung Menerjang Dusun Cisalak

JAWA BARAT
Angin Puting Beliung Menerjang Dusun Cisalak

KUNINGAN, (PRLM).-Puluhan jiwa dalam delapan kepala keluarga penghuni lima rumah warga lingkungan RT 4 RW 2, Dusun Cisalak, Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu (16/1/2016) malam terpaksa diungsikan ke sejumlah rumah tetangganya.

Ormas di Majalengka Tolak Paham Radikalisme

JAWA BARAT
BUPATI Majalengka Sutrisno, Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi, unsur muspida dan tokoh ulama serta ormas Islam di Kabupaten Majalengka memngangkat tangan untuk menunjukan kesepakatan mereka melolak paham radikal dan ISIS, Senin (18/1/2016) di gedung Yu

MAJALENGKA,(PRLM).- Bupati Majalengka, tokoh antar-agama serta seluruh Ormas Islam di Kabupaten Majalengka lakukan deklarasi serta penolakan paham radikalisme dan paham ISIS di Kabupaten Majalengka, Senin (18/1/2016) di Gedung Yudha Karya Abdi Negara.

Polisi Lumpuhkan Pembunuh Waria

JAWA BARAT
TIGA tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jejen Jaenudin, warga Desa Majasari, kecamatan Ligung sedang dimintai keterangan penyidik Polres Majalengka. Mereka ditangkap di rumahnya amsing-masing Selasa (19/1/2016) sekitar pukul 02.00 dini hari.*

MAJALENGKA,(PRLM).- Polres Majalengka tangkap tiga pelaku pembunuh Jejen Suteja bin Sarkowi (29) warga Desa Majasari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalemgka. Korban yang seorang waria mayatnya ditemukan di kawasan Jatiwangi Square 6 November 2015 lalu.