KPU Garut Gunakan Quick Count

GARUT, (PRLM).- Dalam pelaksanaan Pilkada Kabupaten Garut 26 Oktober 2008,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut menyiapkan perangkat "quick count" (system perhitungan cepat).

Menurut anggota KPU, Dadang Sudrajat, melalui sistem yang menggunakan SMS berikut perangkatnnya,seperti komputer, internet, hand phone, serta sejumlah alat lainnya, nantinnya setiap TPS bisa langsung melaporkan informasi hasil perolehan suara di tempatnnya masing-masing ke KPU, tanpa harus melalui atau melapor dulu ke PPK.

Dengan demikian, KPU Garut bisa lebih cepat menginformasikan hasil perolehan suara sementara Pilkada kepada masyarakat luas.

Dadang menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan LP Sistel Fakultas Teknik Universitas Garut dalam penggunaan sistem tersebut. Untuk mencegah hal-hal yang tidak dikehendaki atau terjadinnya laporan palsu, penambahan atau pengurangan hasil perolehan suara, pihak KPU telah melakukan antisipasi sistem itu, dengan cara melegalisasi terdahulu nomor-nomor hand phone yang akan digunakan untuk laporan. Sehingga bilamana saatnnya nanti ada orang iseng atau yang menggunakan nomor tak dilegalisasi tidak akan bisa masuk ke operator yang ada di pusat (Kantor KPU Garut, red).

Menurut Dadang, hasil perolehan suara dengan menggunakan sistem quick count hanya bersifat sementara saja, karena data akurat tetap dari hasil penghitungan suara yang dilakukan secara manual. (A-14/A-147)***

 

Baca Juga

Taman Sri Baduga Dilarang Beroperasi Selama Ramadan

‎PURWAKARTA, (PR).- Selama Bulan Ramadan, wisata air mancur Sri Baduga di Purwakarta tidak difungsikan. Hal ini untuk membantu memberikan ketenangan bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Mahasiswi Disekap Mantan Pacar di Apartemen

DEPOK, (PR).- Aksi penyekapan terjadi di Kota Depok.‎ Mahasiswi berinisial N (19) asal Cipinang, Jakarta Timur ‎disekap selama 10 jam oleh mantan pacarnya di Apartemen Margonda Residence II, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

Margonda Tercoreng Semrawutnya Kabel

DEPOK, (PR).- Kondisi kabel-kabel yang melintang di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, sangat semrawut. ‎Selain mengotori wajah kota, keselamatan warga juga terancam karena kabel yang centang perenang tersebut.