26 Siswa SMPN 4 Lembang Keracunan

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM) - Sebanyak 26 siswa SMPN 4 Lembang keracunan makanan usai menyantap jajanan yang dijual di kantin sekolah, Selasa (19/8). Tak hanya mereka, penjual makanan yang diduga menjadi sumber racun serta dua anggota keluarganya pun turut menjadi korban.

Semuanya langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara Wahyu Setiawan, siswa kelas VII B bahkan harus dirujuk ke Puskesmas Jayagiri untuk menjalani perawatan lebih intensif. "Saya sempat diinfus dan diberi beberapa macam obat, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang," kata Wahyu yang masih tergolek lemas di rumahnya.

Sebelum pelajaran dimulai, Wahyu mengaku sempat membeli makanan untuk sarapan, berupa batagor yang dijual di kantin milik Dida. Begitu gigitan pertama, Wahyu langsung memuntahkan lagi makanan yang dibelinya itu. "Rasanya pahit," ujar Wahyu.

Sekitar satu jam berselang, Wahyu merasakan perutnya mual, kepala pusing, dan ingin muntah. Sejumlah murid lain yang juga membeli penganan yang sama, merasakan gejala yang tidak jauh berbeda. Di antaranya Rian Pebriandi, siswa kelas IX D, yang rutin membeli makanan itu setiap harinya tapi belum pernah merasakan gejala keracunan ini sebelumnya.

Kepala SMPN 4 Lembang Nita Isaeni membenarkan kejadian itu dan belum pernah terjadi sebelumnya. Meski tidak mengganggu proses belajar, guru-guru di kelas diminta untuk aktif memantau keadaan murid karena ditakutkan akan jatuh lebih banyak lagi korban. "Kami juga berinsiatif melaporkan kejadian ini ke kepolisian yang langsung datang ke lokasi tidak lama setelah laporan disampaikan," kata Nita.

Aparat Kepolisian Sektor Lembang kemudian langsung mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi sumber racun, berupa tahu mentah dan olahan serta bumbu kacang yang sudah jadi.

Namun, polisi masih enggan menentukan tersangka yang bertanggung jawab atas kejadian ini. "Masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan tersebut sebelum menentukan langkah yang akan diambil selanjutnya," kata Kapolsek Lembang AKP Trisna. (CA-184/A-37)***

Baca Juga

Senin Jadi Hari Tanpa Nasi di Kota Bandung

BANDUNG RAYA
Senin Jadi Hari Tanpa Nasi di Kota Bandung

BANDUNG, (PRLM).- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menetapkan hari Senin sebagai sehari tanpa nasi (STN) atau One Day No Rice. Program sehari tanpa nasi merupakan wujud dukungan warga Kota Bandung terhadap program nasional ketahanan pangan dan diversifikasi pangan.

Penurunan Kematian Ibu dan Bayi di Jabar tidak Signifikan

BANDUNG RAYA
KABID Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bandung Pradiba Pradjna (kiri), bersama Luqman Yanuar dari Bagian Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Jabar (kanan) saat Workshop Advokasi Penyelamatan Ibu dan Anak di Hotel Sukajadi Bandung, Jumat (21/8/201

BANDUNG, (PRLM).- Jumlah kematian ibu dan bayi di Jawa Barat setiap tahun menurun meski tidak signifikan dan masih di peringkat ketiga setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Korban Pembunuhan di Rancaekek Dimakamkan

BANDUNG RAYA
Korban Pembunuhan di Rancaekek Dimakamkan

‪CIMAHI, (PRLM).- Kematian Antonius Kasri Kassa (55), manajer personalia PT Vonex yang menjadi korban dugaan pembunuhan oleh tersangka AS di area pabrik PT Vonex, Kampung Cikijing Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung pada Rabu (19/8/2015) menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Petinggi Angkatan Darat Asia Pasifik Akan Kumpul di Bali

BANDUNG RAYA
KSAD, Jendral TNI Mulyono melakukan sesi foto bareng di Pusdik Armed Pussenarmed TNI AD Jln. Gatot Subroto Kota Cimahi, Senin (24/8/2015).*

CIMAHI, (PRLM).- Seluruh petinggi Angkatan Darat dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik akan mengadakan pertemuan di Bali pada September 2015 mendatang. Kegiatan itu ditujukan untuk menjalin kemitraan militer di kawasan Asia Pasifik dalam bidang angkatan darat.