Pemkab Tasikmalaya Siap Beri Keterangan

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Terkait bantuan kendaraan pemadam kebakaran yang diduga bermasalah, Pemkab Tasikmalaya sangat terbuka jika diminta keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Tasikmalaya, Asep Ahmad Jaelani, Jumat (15/8).

“Kami siap memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya. Jika KPK mau memeriksa kendaraan tersebut, silakan saja,”  tutur Asep.

Menurut Asep, Pemkab Tasikmalaya sifatnya hanya menerima bantuan dua kendaraan pemadam kebakaran. “Dua unit kendaraan itu sifatnya bantuan langsung dari provinsi. Jadi kami tidak mengetahui, apakah pengadaan kendaraan itu ditempuh lewat lelang atau tidak,” ujarnya. (A-97/1-47)***

Baca Juga

Jelang Mudik, Muraz Bingung Terkait Mobil Dinas

JAWA BARAT

SUKABUMI (PRLM).- Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jumat (3/7/2015) masih kebingungan untuk mengambil kebijakan soal mobil dinas (mobdin) yang digunakan pegawai negeri sipil (PNS) untuk keperluan mudik.

RSUD Sumedang Intensifkan IGD Menjelang Lebaran

JAWA BARAT
RSUD Sumedang Intensifkan IGD Menjelang Lebaran

SUMEDANG, (PRLM).- Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang akan mengintensifkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

Pencetakan KTP Terhambat Ketiadaan Tinta

JAWA BARAT
PEMOHON Kartu Tanda Penduduk di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Majalengka mengantre di depan loket pendaftaran, Selasa (7/7/2015). Namun para pemohon terpaksa kembali tanpa membawa KTP-nya karena ketiadaan tinta.*

MAJALENGKA, (PRLM).- Pencetakan Kartu Tanda penduduk di Kabupaten Majalengka kembali terhenti sementara akibat ketiadaan tinta. Para pemohon KTP yang setiap hari membeludak harus rela menunggu hingga hingga tinta kembali tersedia, Selasa (7/7/2015).

Penyidik Kejari Batal Periksa Wakil Ketua DPRD

JAWA BARAT

MAJALENGKA,(PRLM).- Wakil Ketua DPRD Majalengka Ali Surahman batal diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana CSR yang dikeluarkan oleh PT Sanghiang Sri tahun 2011/2012.