SIB Kritik Pemerintah
BANDUNG, (PRLM).- Solidaritas Independen Bandung (SIB), seniman, dan kalangan masyarakat adat sepakat untuk melakukan gerakan moral dan sosial untuk menjaga lingkungan Kota Bandung. Mereka juga mengkritik pemerintah yang belum mampu menyediakan kebutuhan air bagi warganya.
Hal itu terungkap di dalam diskusi yang digelar oleh Solidaritas Independen Bandung dan Common Room di JlN. Kyai Gede Utama, untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (6/6).
Hadir sebagai pembicara, pakar hukum Yesmil Anwar, seniman Tisna Sanjaya, dan Abah Udung dari masyarakat adat. Di dalam diskusi itu, Yesmil Anwar mengungkapkan, pemerintah telah melakukan kebohongan publik dengan menyatakan telah memberikan pelayanan air bersih bagi sebagian besar warganya.
Pada kenyataannya, masih lebih banyak warga yang tidak mendapat akses ke air bersih. Berbagai peraturan daerah yang berkaitan dengan air juga merupakan kebohongan publik, karena seakan-akan membela kepentingan publik, padahal lebih membela kepentingan pemilik modal.
Yesmil juga menyoroti berbagai perundangan di tingkat pusat yang tidak secara jelas mengatur persoalan air di negara ini. Akibatnya, sekarang air berubah fungsi dari sesuatu yang memiliki fungsi sosial, menjadi sesuatu yang bersifat ekonomis. (A-132)***
Komentar
- 31 menit 19 detik lalu
- 52 menit 12 detik lalu
- 54 menit 44 detik lalu
- 1 jam 30 detik lalu
- 1 jam 32 detik lalu
- 1 jam 38 detik lalu
- 1 jam 9 menit lalu
- 1 jam 11 menit lalu
- 1 jam 13 menit lalu
- 1 jam 18 menit lalu

Tambah Komentar