Sopir Truk di Bawah Umur Diduga Sebabkan Kecelakaan Maut

KENDARAAN angkutan umum terparkir di pinggir Jalan Lebak Wangi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor sesaat setelah warga mengevakuasi korban dan truk pengangkut batu yang menimpanya, Senin 10 September 2018. Kecelakaan tersebut dituding akibat supir truk di bawah umur.

CIBINONG, (PR).- Truk pengangkut batu menimpa angkutan umum (omprengan) di Jalan Raya Lebak Wangi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, Senin 10 September 2018 lalu. Pengendara truk yang diketahui masih di bawah umur diduga tak dapat mengendalikan laju kendaraannya saat menyalip hingga terguling.

Akibatnya, empat dari enam penumpang omprengan tewas terjepit truk bermuatan penuh batu kerikil. Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) menuding kecelakaan tersebut disebabkan kelalaian perusahaan pengangkut hasil tambang karena mengangkut secara berlebihan dan mempekerjakan pengemudi di bawah umur.

Ocan Tjandra dari AGJT menyebut jumlah anak di bawah umur yang menjadi pengemudi truk tambang di sana cukup banyak. "Kurang lebih 30 persen (supir truk di bawah umur -red). Mereka jadi supir tembak (pengganti supir aslinya -red)," katanya, Selasa 11 September 2018.

Namun dari pantauan di jalur truk tambang di sekitar lokasi kecelakaan tersebut, supir di bawah umur itu tak ditemukan setelah kejadian. Ocan menduga supir-supir tersebut berhenti beroperasi sementara karena ada kecelakaan sebelumnya.Akan tetapi Ocan memastikan mereka akan kembali beroperasi beberapa lama kemudian, seperti biasanya. Kecelakaan serupa menurut dia, sudah beberapa kali terjadi akibat truk yang dikemudikan anak di bawah umur atau truk mengangkut muatan berlebihan.

AGJT sudah pernah mengadukan permasalahan yang disebabkan truk pengangkut hasil tambang itu kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun, Ocan menyesalkan belum ada pengaturan yang tegas hingga sekarang. Selama ini, AGJT mendesak pemerintah membangun jalur khusus tambang. "Setelah pertemuan dengan pemerintah dan lembaga terkait, ada tiga janji yang sampai sekarang belum juga direalisasikan," kata Ocan. Tiga kesepakatan dalam pertemuan itu yakni koordinasi usaha pertambangan dengan Pemerintah Jawa Barat, rencana pembangunan jalur tambang pada 2019-2023, dan penanganan kesehatan pada warga terdampak.

Oleng

Sementara itu, Kepolisian Resor Bogor telah menahan supir truk bernomor polisi B9971GY, berinisial D (16). Selain menimpa satu unit angkot, truk tersebut juga merusak dua sepeda motor yang terparkir di depan Pondok Pesantren Darrun Najjah Desa Argapura Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Bogor, Inspektur Satu Asep Saepudin menyebutkan selain menyebabkan 4 orang tewas adapula seorang korban luka berat sedangkan seorang lainnya mengalami luka ringan. “Korban langsung dilarikan ke RSUD Leuwiliang," katanya seusai olah tempat kejadian perkara.

Asep menceritakan kronologi kecelakaan bermula saat truk yang melaju dari Cigudeg menuju Lebak Wangi berupaya menyalip omprengan yang terparkir di bahu jalan sebelah kiri. Namun, truk malah oleng dan terguling menimpa kendaraan yang akan disalipnya tersebut.

Sementara itu, batu kerikil yang diangkut truk juga tumpah berserakan. Kondisi itu menyulitkan proses evakuasi korban yang terjepit di dalam angkutan umum. Asep mengatakan evakuasi tersebut memakan waktu hingga dua jam lamanya.

Apabila terbukti bersalah, supir truk tersebut menurut Asep bisa dikenai pasal 310 ayat 4 Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Ancamannya pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 juta,” katanya menjelaskan.***

Baca Juga

Pabrik Ekstasi Jenis Baru Ditemukan di Bogor

CIBINONG, (PR).- Salah satu rumah di Perumahan Sentra Pondok Rajeg Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor memproduksi puluhan ribu pil ekstasi jenis baru selama satu tahun terakhir.