Tips Mengatur Keuangan di Saat Dolar Menguat

Ilustrasi/REUTERS
Dolar.*

MASIH ingat dengan demo ibu-ibu rumah tangga di depan Istana Merdeka pada Juli lalu? Jarang-jarang ibu-ibu rumah tangga mengekspresikan kegundahannya, kegelisahannya, hingga sampai ke Istana Presiden. Bisa jadi, ini karena kegundahan mereka sudah di ubun-ubun.

Ya, pada 18 Juli lalu, sejumlah ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Barisan Emak-emak Militan (BEM) Indonesia, menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta. Mereka menuntut penurunan harga sembako.

Menurut Founder and Managing Diretor Primoney Solutions Bandung Pimpim P Ardiwinata, dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, yang paling merasakan dampaknya adalah ibu-ibu rumah tangga.

Kenaikan harga sebagai dampak lanjutan dari kondisi ekonomi saat ini, telah membuat ibu-ibu rumah tangga, tertekan. Mereka harus memeras pikiran bagaimana mengatur keuangan keluarga, agar mereka bisa melewati krisis tersebut.

Untuk itu, Pimpim memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan para ibu rumah tangga, yakni :
 

1. Kurangi pembelian barang-barang impor

Kalau Anda selama ini termasuk konsumtif terhadap barang-barang impor, seperti tas, sepatu, parfum, tampaknya hal itu harus direm sementara waktu.

Karena alasan nilai tukar rupiah yang semakin turun, otomatis barang impor yang asalnya dibanderol dengan harga dolar akan semakin mahal jika dikonversi ke rupiah.

Sebagai gantinya, mulailah mencoba untuk mencintai produk lokal, karena ternyata banyak produk dalam negeri yang dari sisi kualitas juga tidak kalah bahkan lebih unggul dari barang-barang impor.
 

2. Hitung ulang pengeluaran untuk belanja

Mulailah berhemat. Cobalah bersiasat untuk menghemat uang belanja. Contoh, bisa dengan membawa bekal dari rumah, mengurangi makan di restoran, mengurangi porsi makan di luar saat akhir pekan, misalnya saat nongkrong di kafe.

 

3. Tunda perjalanan ke luar negeri

Pelemahan rupiah juga akan membuat biaya perjalanan dan akomodasi ke luar negeri membengkak, karena nilai rupiah kita akan bernilai rendah jika ditukar ke mata uang asing.

Oleh karena itu, sebisa mungkin tunda perjalanan Anda/keluarga ke luar negeri, dalam kondisi seperti sekarang, kecuali untuk keperluan tugas/dinas.
 

4. Tetap berinvestasi

Dalam kondisi seperti sekarang ini, bukan berarti Anda mengurangi porsi menabung atau investasi. Ada beberapa peluang yang bisa didapat saat ini.

Dampak dari pelemahan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini, membuat beberapa harga saham melemah. Dengan demikian, bagi investor dalam tujuan jangka panjang, mereka bisa membeli saham yang sedang terkoreksi tersebut.***

Baca Juga

Kepercayaan Investor Terhadap Startup Lokal Menguat

BANDUNG, (PR).- Kepercayaan investor terhadap perusahaan rintisan (startup) di Indonesia terus menguat. Saat ini semakin banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri, yang membidik startup lokal.