Konflik Bonus, Atlet Paralimpik Jawa Barat Berdamai dengan NPCI

Aksi jalan kaki/DEDEN IMAN/PR
PENDAMPING mendampingi atlet difabel Peparnas XV 2016 saat melakukan perjalanan menuju Jakarta di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Minggu 5 Agustus 2018. Rencananya para atlet yang berjumlah 6 orang tersebut akan mengembalikan medali yang pernah diraihnya karena tidak puas dengan kinerja National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) yang dianggap membunuh karir mereka untuk mengikuti Asian Para Games 2018.*

BANDUNG, (PR).- Sengketa antara enam atlet paralimpik Jawa Barat dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) berakhir dengan nota kesepakatan perdamaian. Penandatanganan nota kesepakatan perdamaian difasilitasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga di Bandung, Senin 10 September 2018.

"Ini bentuk nyata komitmen Menpora melalui Sesmenpora untuk memperjuangkan niat baik atlet paralimpik sesuai peraturan perundangan, baik SKN maupun UU penyandang disabilitas. Dengan adanya nota perdamaian ini, ke depannya, para atlet bisa berlaga pada kejuaraan," ujar Staf Bagian Hukum Kemenpora Emir Hadi.

Dia mengatakan, baik atlet pralimpik penggugat maupun NPCI sebagai tergugat menyambut baik nota perdamaian ini dan siap mengindahkan hasil nota perdamian ini untuk sama-sama berjuang di bidang olah raga.

"Poin intinya, adanya perhatian dari NPCI untuk  pengembalian atlet ke dalam NPCI. atlet juga paham NPCI wadah tunggal (organisasi olah raga kamu disabilitas). Pengembalian atlet ke dalam NPCI ini juga sekaligus memastikan para atlet akan bisa mengikuti seleksi untuk tiga event ke depan, yakni Peparda, Kejurnas, dan ASEAN Paragames 2019 di Filipina. Tentu melalui prosedur pelatnas dan lain-lain. Atlet juga sadar harus ikut pelatnas dulu, berjuang dulu, kalau memang pantas, baru masuk. Begitu juga untuk ranah Menpan  terkait pekerjaan bagi atlet berprestasi (ASN/PNS), sesuai prosedur yang berlaku dalam undang undang," ujar Emir.

Sekretaris Umum NPCI Jawa Barat Supriatna Gumilar mengatakan, nota perdamaian ini menjadi langkah positif untuk mengakhiri dinamika di NPCI Jabar maupun NPCI pusat. "Semua pihak sepakat dan penggugat juga mau mencabut (gugatan hukum). Kami menjamin akan memfasilitasi mereka, mengembalikan marwah mereka sebagai atlet untuk kembali berprestasi dan berjuang," ujarnya.

Sementara itu salah seorang atlet Farid Surdin mengatakan, para atlet paralimpik menyambut baik perdamaian tersebut. Dia berharap NPCI akan sportif merealisasikan apa yang sudah tertuang dalam nota perdamaian.

"Ini menjadi kemerdekaan bagi atlet disabilitas ke depannya. Saya mohon agar tidak ada lagi setor menyetor sebelum NPCI melegalkan sesuai prosedur ke pengadilan," ujar Farid  yang merupakan peraih medali emas untuk cabang tolak peluru di Peparnas XV 2016.

Damai, tetap tidak ikut serta Asian Para Games 2018

Respons yang sama diungkapkan oleh atlet lainnya, Ganjar Jatnika. Menurut dia, penandatanganan nota perdamaian itu merupakan bentuk kemenangan para atlet paralimpik yang selama ini memperjuangkan haknya.

"Perdamaian ini menunjukkan kalau kami menang. Semoga ke depan tak ada lagi pemotongan (bonus atlet), pungli, atas nama kontribusi kepda NPCI karena itu melanggar hukum," ujar Ganjar. 

Sebagai informasi, enam atlet paralimpik Jawa Barat yang pernah meraih medali emas di Pekan Paralimpik Nasional XV pada 2016 sebelumnya menggugat NPCI secara hukum  lantaran pengembangan atlet peraih medali emas dianggap terhenti setelah mereka menolak memberikan setoran kepada  NPCI Pusat dan NPCI Jabar.

Menurut para atlet, akibat tidak menyetorkan 25 persen dari bonus yang mereka terima saat Peparnas XV, mereka tidak diikutsertakan pada ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur dan Asian Para Games 2018 di Jakarta. Para atlet menilai permintaan 25 persen dari penerimaan bonus melanggar Pasal 142 Undang Undang RI No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.  Sebelumnya para atlet paralimpik ini telah melakukan aksi hukum untuk menyelesaikan kasus, termasuk mengikuti tujuh kali sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1 Bandung, yang tidak pernah dihadiri oleh pihak tergugat, NPCI Pusat dan NPCI Jabar.***

Baca Juga

Rangkaian Asian Para Games 2018 Dimulai dari Solo

SOLO, (PR).- Api yang diambil dari api abadi di Mrapen, Grobogan, Rabu 5 September 2018 menjadi pertanda dimulainya rangkaian Asian Para Games (APG) 2018 yang akan berlangsung 6-13 Oktober mendatang.

Ahmad Saefudin Pimpin KONI Jabar 2018-2022

BANDUNG, (PR).- Petahana Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat Brigjen Ahmad Saefudin dipastikan kembali memimpin KONI Jawa Barat masa bakti 2018-2022.