Rektor ITB Kadarsah Suryadi Raih Penghargaan Academic Leader Award 2018

Pemberian Penghargaan/DOK Humas Dirjen SDID Kemenristekdikti
DIRJEN SDID Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti (kiri) memberikan plakat penghargaan kepada Rektor ITB Kadarsah Suryadi, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumar (17/8/2018). Kadarsah meraih penghargaan Academic Leader Award 2018 setelah membawa ITB bertransformasi dari "Risearch University" menjadi "Enterpreneurial University".*

JAKARTA, (PR).- Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi meraih penghargaan Academic Leader Award 2018 dari Direktrorar Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Kemenristekdikti. Kadarsah menyabet penghargaan karena berhasil membawa ITB bertransformasi secara formal dari perguruan tingggi berbasis "Research University" menuju "Entrepreneurial University". 

Kadarsah dianggap sukses memimpin ITB dalam menerapkan
Excellent in teaching and learning yang ditandai dengan 93% program studi di ITB terakreditasi A. Excellent in research berupa jumlah publikasi internasional yang mencapai lebih dari 2000 pada 2017 dan excellent in innovation and enterpreneurship yang telah menghasilkan 85 start up and 18 spin off companies.

"Enterpreneurial university ini perguruan tinggi generasi ketiga. Di mana kami bisa menjalankan dengan baik fungsi mengajar dan belajar, riset akademik, dan riset yang bermanfaat bagi dunia industri dan masyarakat. Inovasi riset yang langsung diterapkan di dunia nyata. Banyak perguruan tinggi yang menuju ke enterpreneurial university di Indonesia, terapi kami menetapkannya secara formal agar terukur, terstruktur dan terkontrol," kata Kadarsah kepada "PR" dihubungi dari Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018.

Ia menjelaskan, di dunia, research university muncul pada awal tahun 1800. Semua kampus melakukan penelitian secara masif selain fungsi pengajaran. Kendati demikian, hasil risetnya hanya untuk kepentingan dunia pendidikan. Tak memikirkan relevansi dengan kebutuhan dunia dan industri.

"Enterpreneurial university muncul pada awal 2000 dan kami sudah menuju ke sana sejak akhir 90an. Ditandai dengan munculnya riset kimia, farmasi, elektronika dan mesin yang diterima di dunia industri. Secara formal, pada 2015 lalu saya membuat sistem untuk mengarah ke sana," ujarnya.

Sosok langka

Dirjen SDID Ali Ghufron Mukti menuturkan, Academic Leader Award merupakan ajang apresiasi pemerintah Indonesia bagi dosen dan pemimpin perguruan tinggi dalam negeri yang telah setia berdedikasi dan berinovasi untuk pembangunan dan peningkatan kualitas Pendidikan Tinggi di Indonesia. Ajang ini dibuat karena selama ini jarang sekali ada penghargaan serupa yang diberikan pemerintah kepada kinerja akademisi di Indonesia.

Melalui ajang ini diharapkan akan lahir sosok akademisi paripurna yang tidak hanya pandai mendidik, berinovasi, tetapi juga mampu menjadi role model bagi semua, yang memiliki visi dan mampu menghadirkan solusi bagi masa depan. 

Ia menjelaskan, sosok akademisi seperti itu sulit ditemukan. Mereka tidak lahir dengan sendirinya. Mereka diciptakan oleh keadaan dan harapan, yang sesuai dengan perubahan zaman. Academic Leader Award diharapkan  memiliki dampak signifikan terhadap iklim akademik di Indonesia. 

“Pada dasarnya semua akademisi memiliki kesempatan yang sama untuk berdedikasi dan berinovasi demi pembangunan institusi Pendidikan Tinggi ke depan. Hanya saja tidak ada pemicu atau pemantik untuk mereka memulai langkah pertamanya. Academic Leader Award bisa menjadi pemicu untuk mereka melakukan tugasnya sebagai akademisi sesuai dengan tridarma perguruan tinggi,” ungkapnya.

Pemenang

Akademisi lain yang meraih penghargaan yakni antara lain Fitri Khoerunnisa dari Universitas Pendidikan Indonesia sebagai penemu biomaterial untuk pengolahan/pemurnian air (bioflokulan/membrane) dan bionutrient,  Agus Purwanto dari  Universitas Sebelas Maret sebagai penemu dan pengembang teknologi pembuatan baterai lithium pertama di Iindonesia.

Wiku Bakti Bawono Adisasmito dari Universitas Indonesia untuk Inovasi jamu hewan Herbachick dan HerbaFit mampu meningkatkan kesehatan hewan secara alami dan aman dikonsumsi produknya oleh manusia. Kategori Rektor/Direktur PTN Satker dianugerahkan diraih Samsul Rizal dari Universitas Syiah Kuala, Rektor PTN BLU dianugerahkan kepada Ravik Karsidi dari Universitas Sebelas Maret.

Para pemenang telah lulus tahapan administrasi, penilaian kesesuaian (conformity assessment) dokumen atas unsur-unsur penilaian kuesioner (desk evaluation), verifikasi (site visit), dan penentuan pemenang melalui sidang pleno oleh pejabat-pejabat Kemenristekdikti. Para akademisi yang mendapatkan anugerah tersebut dapat dipastikan tidak dapat diragukan lagi kualitas keilmuannya di dunia riset dan pendidikan.

“Tahapan penilaian yang ketat ini sengaja dilakukan agar kami (Kemenristekdikti) bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah kami pilih, sehingga kualitas dari ajang ini akan tetap terjaga dan publik semakin percaya pada kami,” kata Ghufron.***

Baca Juga

Gaji PPPK Jangan Dibebankan ke Daerah

JAKARTA, (PR).- Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyambut baik skema perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bagi tenaga honorer kategori 2 (K2).

Mohamad Nasir Akan Evaluasi Proses Pemilihan Rektor Unpad

BANDUNG, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir akan melakukan evaluasi pada proses Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran periode 2009-2024 sebelum menggunakan hak pilihnya.  Ia ingin memastikan semua proses