Penganiaya Tiga Anak Dituntut 2,5 Tahun Hukuman

Ilustrasi kriminalitas pada anak/GELORA GUSTAFA RAHMAN

BANDUNG, (PR). - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung menuntut anak SP alias Aci (16) hukuman 2,5 tahun. Terdakwa dianggap terbukti menganiaya tiga orang anak di bawah umur. Sehingga mengalami luka berat sebagaimana dakwaan primair pasal 351 ayat (2) KUHPidana.

Dalam tuntutannya, JPU Mumuh Andriansyah menyatakan terdakwa terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap ketiga korban di bawah umur, yakni Rizal Sonjaya, Erfan Ardiansyah, dan Satria Aji Pamungkas. Penganiayaan ini mengakibatkan ketiganya tidak bisa melakukan aktivitas secara biasanya. Perbuatan terdakwa dijerat pasal 351 ayat (2) KUHPidana.

"Memohon majelis hakim yang menangani perkara anak (terdakwa) menjatuhkan hukuman dua tahun enam bulan," katanya saat membacakan tuntutan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis 8 Maret 2018.

Mumuh menyebutkan, hukuman dua tahun setengah bagi anak itu terbilang paling tinggi. Mumuh mengaku menuntut dengan hukuman berat dengan pertimbangan, penganiayaan yang dilakukannya sangat berat.

Menurutnya, insiden penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu tanggal 4 Februari 2018 sekitar pukul16.00 WIB di area tanah kosong Jalan Mohammad Toha, Kecamatan Regol, Kota Bandung, yakni saat saksi Satria, Rizal dan Erfan pergi ke Tegallega untuk bermain menggunakan angkot. Saat turun, mereka langsung dihampiri oleh terdakwa yang meminta sejumlah uang.

Tidak hanya itu, kepada para saksi terdakwa pun menyuruh mengeluarkan semua barang-barang milik mereka. Ketiga saksi kemudian tidak memberikan uang, karena tidak mempunyainya. Sehingga membuat terdakwa marah dan memukul menggunakan kepalan tangan kepada mereka sebanyak sekali.

Kembali dipukul

Selanjutnya terdakwa menarik tangan Aji, dan menyuruh Rizal serta Erfan mengikutinya ke dalam pasar, sambil kembali meminta uang serta menggeledah saku celana saksi. Namun, karena tidak menemukan uang para saksi kembali dipukul. ”Anak (terdakwa) lalu membawa saksi ke tanah kosong dekat pasar dan kembali melakukan pemukulan,” ujarnya.

Di lokasi tersebut, Mumuh menjelaskan, saksi Satria dipukul menggunakan batu bata merah ke arah kepala, saksi Erfan dipukul dengan menggunakan batu bata merah ke arah kepala sebanyak dua kali serta dipukul menggunakan bambu di bagian punggung sebanyak sekali.

Sementara saksi Rizal dipukul menggunakan batu coran ke arah kepala sebanyak tiga kali, menusuk ke arah leher menggunakan gunting sebanyak dua kali dan memotong daun telinga sebelah kanan menggunakan gunting, dan terdakwa langsung kabur melarikan diri.

Akibat perbuatan terdakwa, para korban mengalami luka-luka cukup berat di bagian kepala, punggung, leher dan telinga. Perbuatan anak diatur dan diancam pasal 351 ayat 2 KUHPidana. Sidang pun ditunda pekan depan dengan agenda pledoi.***

Baca Juga

Imas Aryumningsih Diduga Terima Suap Lewat Teman SD-nya

BANDUNG, (PR).- Bupati Subang non aktif Imas Aryumningsih diduga mendapat aliran dana sebesar Rp 300 juta melalui Enen, teman SD nya. Uang tersebut diduga merupakan aliran dana dari pengurusan izin prinsip tanah.

Hakim Tipikor Bandung Perberat Hukuman Koruptor

BANDUNG, (PR).- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung memperberat hukuman Suhendi, Mantan Bendahara Pengeluaran Dinkes Subang, yang juga tangan kanan eks bupati Subang Ojang Suhandi.

PSI Deklarasikan Dukungan untuk Yossi-Aries

BANDUNG, (PR).- Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna kembali mendapat dukungan menjelang pencoblosan.