Mulai Februari 2018, Pencetakan Kartu Keluarga di Kecamatan

e-ktp
E-KTP/USEP USMAN NASRULLOH/PR
OPERATOR menunjukkan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Kantor Kecamatan Soreang, Jln. Soreang-Ciwidey, Kabupaten Bandung, Senin, 12 Juni 2017. Pencetakan e-KTP kembali bisa dilakukan di kecamatan sembari menunggu blangko untuk pemenuhan kebutuhan pemohon.*

NGAMPRAH, (PR).- Mulai 1 Februari 2018, pencetakan Kartu Keluarga di Kabupaten Bandung Barat akan dilakukan di kantor kecamatan setempat. Hal ini untuk meminimalisasi penumpukan berkas di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat Wahyu Diguna mengatakan dia akan menandatangani kartu keluarga setelah dicetak di kecamatan. "Jadi, di Kantor Disdukcapil, tinggal ditandatangan saja, tidak usah menunggu pencetakan lagi," katanya di Ngamprah, Rabu, 17 Januari 2018.

Pencetakan KK tersebut bisa dilakukan setelah warga mendapatkan surat keterangan domisili dari RT/RW dan desa setempat. Jika syarat sudah terpenuhi, pencetakan di kecamatan bisa dilakukan.

Namun, khusus untuk warga yang memiliki masalah data pada KK, seperti Nomor Induk Kependudukan yang tidak aktif, tidak ada data, dan mutasi penduduk kota/kabupaten, pengurusannya harus dilakukan di Kantor Disdukcapil. Sebab, data tersebut harus disesuaikan dengan database di pusat.

Pengurusan dipermudah

Wahyu juga mengungkapkan, saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat terus meningkatkan pelayanan pembuatan dokumen kependudukan. Di antaranya, dengan program Bingkisan CERMAT, yakni Cepat, Efisien, Reliable, Mutu, Akuntabilitas, dan Tertib. "Ini juga sesuai dengan visi misi Pak Bupati, yakni Cermat (Cerdas, Rasional, Maju, Agamis, dan Sehat)," katanya.

Dengan program itu, masyarakat diberikan kemudahan berupa pembuatan beberapa dokumen kependudukan sekaligus, seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak, hingga Kartu Tanda Penduduk Elektronik. Dengan demikian, warga tidak perlu bolak-balik untuk membuat dokumen kependudukan.

Dia mencontohkan, untuk warga yang baru lahir, bisa dikeluarkan Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak dan KK baru. Bagi warga pendatang, bisa dikeluarkan e-KTP dan KK dengan berbekal surat keterangan pindah dari daerah asal.

Untuk warga yang pindah juga bisa dikeluarkan surat keterangan pindah dengan hanya berbekal KK saat ini. "Intinya, hanya dengan berbekal KK, berbagai dokumen kependudukan lainnya bisa dikeluarkan sekaligus secara bersamaan," ujar Wahyu.***

Baca Juga