Demi Alun-alun Cicendo, TPS Aruna Dipindah

Alun-alun Cicendo/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
DERETAN kios di Alun-alun Cicendo, Kota Bandung, Rabu, 3 Januari 2018. Sebanyak 69 kios dikhususkan untuk para pedagang Pasar Jatayu dan 24 kios lainnya bagi seniman.*

BANDUNG, (PR).- Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Aruna mulai disterilkan dari bak kontainer sampah, gerobak pengangkut sampah, serta aktivitas lainnya. TPS itu dihilangkan dari Jalan Aruna karena terlalu dekat dengan ikon baru Alun-alun Cicendo.

“Pokoknya tidak boleh ada penumpukan karena terlalu dekat dengan Alun-alun Cicendo itu,” ujar Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nudryana Hadimin, saat dihubungi di Bandung, Rabu, 3 Januari 2017.

Deni mengatakan, proses pengosongan Jalan Aruna dari TPS itu sudah berjalan sekitar satu setengah bulan. Awalnya instruksi itu datang ketika pembangunan Alun-alun Cicendo dimulai. Alun-alun yang dibanggakan Pemerintah Kota Bandung karena desain yang modern itu hanya berjarak 20 meter dari TPS Aruna.

Solusinya, PD Kebersihan Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, serta aparat kewilayahan menyepakati pembagian RW dan kelurahan yang selama ini memanfaatkan TPS Aruna agar pindah ke tps lain.

Di sekitar wilayah Kecamatan Cicendo dan Kecamatan Ciroyom, disediakan TPS Pamoyanan, TPS Pindah, dan TPS Ciroyom. Adapun sisa delapan gerobak masih tetap memanfaatkan lokasi TPS Aruna. Namun, gerobak itu tidak boleh mangkal atau menurunkan sampah di sekitarnya.

“Jadi sekarang tidak menyimpan kontainer. Dulu ada bak dan sampah-sampah disimpan di pinggir sana,” katanya.

Sisa gerobak itu diperkirakan hanya memuat sekitar satu kubik per geribak. Agar tidak terjadi penumpukan atau mangkal di Jalan Aruna, kedelapan gerobak itu hanya akan mendatangi lokasi Jalan Aruna setelah menyesuaikan dengan kedatangan truk pengangkut sampah.

“Sebagian lagi antar-jemput. Misalkan dijanjikan hari apa, jam berapa. Jadi tidak ada gerobak yang di pinggir jalan, semua dibagi-bagi, kita atur ya, soalnya banyak kelurahannya,” kata Deni.

Sampah dari berbagai kelurahan

Peralihan distribusi sampah itu dibuat sesuai perhitungan. Jika sampah di TPS Pamoyanan hanya diangkut truk satu rit per hari, maka saat ditambah sumber sampah baru ini akan ditambah jadi dua rit per hari.

“Pokoknya yang di daerah Aruna harus bersih. Tadinya kita mau pindah ke halaman Dinas Pertanian (Jalan Jatayu), tetapi ada dua bangunan rumah penduduk yang harus dibongkar karena truk tidak bisa masuk. Akhrinya dicari alternatif terbaik dari mulai pembangunan Alun-alun Cicendo. Hampir sebulan setengah lebih tidak ada komplain,” ujarnya.

Sebelumnya, TPS Aruna memanfaatkan badan jalan karena kekurangan lokasi penyimpanan sampah sementara. Sampah-sampah itu berasal dari sejumlah kelurahan, bukan hanya Kelurahan Husein Sastranegara yang menjadi lokasi TPS tersebut.***

Baca Juga