44 Orang Keracunan Tape Ketan, Penjualnya Terancam 5 Tahun Penjara

Pedagang tape ketan hitam/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR
KAPOLRES Purwakarta, Dedy Thabrani saat memperlihatkan barang bukti ketan hitam di Mapolres Purwakarta, Rabu 3 Januari 2017.*

PURWAKARTA, (PR).- Sebanyak 44 orang keracunan dan dua di antaranya meninggal dunia akibat keracunan tape. Omat (48) penjual tape ketan keliling yang produknya dikonsumsi para korban terancam hukuman penjara. Omat dijerat pasal undang-undang pangan No 18 Tahun 2012 tentang makanan.

"Tersangka Omat alias Kumis bin Irom juga dikenakan pasal 359 KUH Pidana, karena dengan kelalaian menyebabkan orang meninggal dunia. Omat nantinya diancam dengan hukuman 5 tahun penjara," ujar Kapolres Purwakarta, Dedy Tabrani saat diwawancarai di Mapolres Purwakarta, Rabu 3 Januari 2018.

Dedy menyatakan setelah kejadian luar biasa ini, Polres Purwakarta mencari keberadaan Omat. Akhirnya Omat ditangkap di wilayah Kabupaten Bandung Barat pada Senin 1 Januari 2017 malam. Setelah itu Omat langsung dibawa ke Mapolres Purwakarta untuk diperiksa.

"Jumlah korban pun terus bertambah, sebelumnya 38 orang lalu naik menjadi 44 orang. Lalu sekarang sudah mencapai 57 orang. Sebanyak 57 orang ini tersebar di 4 desa di dua Kecamatan, yaitu Darangdan dan Bojong," ucapnya.

Dedy pun menyatakan pihaknya telah melakukan penyisiran di dua kecamatan tersebut. Sehingga diperoleh nominal jumlah penderita keracunan sebanyak 57 orang. "Sebelumnya kan dua orang telah meninggal dunia, yaitu Eti (60) dan Roni Sutisna (60)," ujarnya.

Dari tangan tersangka, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa tape ketan hitam dan sisa muntahan dari para korban.‎ "Tape ini pun sebagian sudah dibawa ke laboratorium untuk pengecekan kandungan racunnya," ucapnya.

Pedagang keliling

‎Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 44 orang warga di dua kecamatan, yaitu Darangdan dan Bojong alami keracunan. Mereka mengalami keracunan tape yang dijual pedagang keliling bernama Omat (48).

Dari peristiwa keracunan tape ini dua orang dilaporkan meninggal dunia. Mereka yang meninggal dunia ini adalah‎ Roni Sutisna (60), warga Dusun Bunisari Desa Bojongbarat Kecamatan Bojong. Selain itu Eti (60) warga Kampung Rancasari, Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong juga meninggal dunia.

Eti meninggal pada Selasa 2 Januari 2017 di RSUD Bayu Asih, Kabupaten Purwakarta. Sementara Roni meninggal sehari sebelumnya juga di RSUD Bayu Asih, setelah mendapat rujukan ke RSUD dari Klinik Bakti Mulya di Kecamatan Bojong.

Salah satu korban keracunan Nurhayati (46) warga asal Kampung Rancasuni, Desa Sukamanah Kecamatan Bojong, mengatakan, tape ketan hitam itu ia beli dari penjual yang sudah biasa berjualan di kampungnya. Pedagang itu kata ia, berasal dari Cililin, Kabupaten Bandung Barat dan sudah menjadi langganan warga Desa Sukamanah sejak lama.

"Rasa tapenya sedikit berbeda dari biasanya, ada rasa kesat dilidah sewaktu dimakan, selang beberapa jam tiba-tiba perut saya sakit dan mual bahkan sempat muntah-muntah juga," kata Nurhayati saat ditemui di Puskesmas Darangdan.

Sementara itu Omat, pedagang tape ketan hitam ini pun akhirnya dia‎mankan pihak kepolisian. Omat tercatat sebagai warga Kampung Cikopeng, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.‎***

Baca Juga

Mabuk Lem, Perempuan Muda Tewas Terperosok ke Sungai

PURWAKARTA, (PR).- Diduga mabuk lem jenis aibon, perempuan muda tanpa identitas jatuh ke sungai dan tewas. Meski demikian pihak kepolisian masih mendalami dugaan pasti tewasnya ‎perempuan tersebut.