PSI Buka Rekrutmen Caleg Gelombang Dua, Siapa Berminat?

Ilustrasi/DWI SETYADI/PR

JAKARTA, (PR).- PSI (Partai Solidaritas Indonesia) membuka gelombang kedua rekrutmen bakal calon legislatif (caleg) untuk Pemilu 2019 dan kembali akan menggelar uji kompetensi melalui wawancara terbuka yang melibatkan para anggota panitia seleksi independen.

"Dalam rekrutmen caleg gelombang kedua ini, PSI akan melibatkan kembali panitia seleksi," ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie di Jakarta, Rabu 3 Januari 2018.

Grace Natalie mengatakan, selain nama-nama yang sudah terlibat di gelombang pertama, ada tambahan anggota pansel independen yaitu advokat senior Todung Mulya Lubis, mantan Rektor UIN Jakarta Azyumardi Azra, mantan Menkeu Muhammad Chatib Basri, pakar Hubungan Internasional Clara Juwono, tokoh perempuan Natalia Soebagjo, pakar hukum Bivitri Susanti, penulis Goenawan Mohamad, dan pegiat sosial Atika Makarim.

"Wawancara dilakukan secara terbuka agar masyarakat mengenal caleg yang dipilih. Selama ini masyarakat memilih tanpa mengetahui rekam jejak caleg,” ujarnya.

Dia menekankan, gagasan pokok seleksi caleg ini adalah keyakinan bahwa partai politik berperan sangat penting di Indonesia. Namun, ironisnya, belum kunjung terjadi reformasi internal di partai politik.

Menurut Grace Natalie, salah satu masalah utama di parpol adalah sistem rekrutmen calon anggota legislatif yang tidak transparan. Hal itu turut memicu praktik korupsi masih sangat marak. Demikian dilaporkan Antara.

Dia menegaskan, PSI ingin membangun tradisi dan standar baru ketika rekrutmen caleg dijalankan dengan profesional dan transparan.

"Kalau proses dan sistemnya diperbaiki, diharapkan kualitas anggota legislatif juga jauh lebih baik," katanya.

Pada gelombang pertama rekrutmen caleg PSI, terdapat sedikitnya 1.155 pendaftar. Dari 146 peserta yang mengikuti tes wawacara, PSI menetapkan 57 calon dinyatakan lolos, 58 lainnya lolos dengan syarat, sedangkan 31 orang dinyatakan tidak lolos.

MAHFUD MD sedang bicara soal penodaan agama.*

Pada rekrutmen gelombang pertama, PSI melibatkan sejumlah nama untuk menjadi panitia seleksi yakni mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan Komisioner KPK Bibit Samad Rianto, praktisi pendidikan Henny Supolo, mantan Komisioner Komnas Perempuan dan Anak Neng Dara Affiah, dan pengamat politik Djayadi Hanan.

Selain itu, ada juga mantan hakim dan pakar hukum Asep Iwan Iriawan, advokat senior Tuti Hadiputranto, dan dosen Komunikasi UI Ade Armando, dosen Fakultas Hukum UGM Zainal Arifin Mochtar, guru besar psikologi UI Hamdi Muluk, dosen ilmu politik UI Sri Budi Eko Wardhani, dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi.

Grace Natalie menuturkan, pendaftaran caleg PSI gelombang kedua akan ditutup pada 28 Februari 2018.***

Baca Juga

KPK Tahan Fredrich Yunadi 20 Hari

JAKARTA, (PR).- KPK menahan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, di Jakarta, Sabtu 13 Januari 2018, seusai diperiksa sebagai tersangka tindakan mencegah dan merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP atas t