Gara-gara Bambu untuk Jemuran, Kakak Tewas di Tangan Adik

Gelar Perkara/HENDRO SUSILO H/PR
KEPALA Polres Cimahi Rusdy Pramana Suryanagara (kiri) berdiskusi dengan penyidik dan Kepala Polsek Lembang Rahmat Lubis di sela gelar perkara kasus pembunuhan saudara kandung di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Kamis, 7 Desember 2017. Dari perselisihan soal jemuran bambu, Darmanto (42) menganiaya kakaknya, Narti Herawati (43) hingga tewas.*

BERMULA dari perselisihan mengenai batang bambu untuk membuat jemuran, Dar (42) melayangkan pukulan dengan menggunakan bata merah ke arah kepala belakang kakaknya, Narti Herawati (43). Satu kali pukul, Narti jatuh tersungkur pada tumpukan pasir. Sang kakak akhirnya tewas di tangan adik kandungnya sendiri, saat akan diberikan pertolongan.

Peristiwa yang terjadi di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu, 3 Desember 2017 pagi itu lantas viral di media sosial. Empat hari berselang, Kamis, 7 Desember 2017, Kepala Polres Cimahi Rusdy Pramana Suryanagara melakukan gelar perkara kasus pembunuhan kakak beradik itu. 

"Jajaran Polsek Lembang Polres Cimahi berhasil mengamankan tersangka dalam kejadian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, yang sempat viral di medsos beberapa waktu lalu, yaitu korban dan pelaku ini kakak beradik, yang berawal dari ketersingungan dari pelaku yang merupakan adik korban," kata Rusdy.

Ketika sedang membuat jemuran, dia menerangkan, Dar bertengkar mulut dengan Narti. Sebab bambu yang akan dipakai untuk jemuran berasal dari pekarangan rumah Narty. Perselisian kian memanas karena Dar pun menyinggung soal warung di kawasan wisata Gunung Tangkubanperahu, berikut kartu lisensi pedagang milik orangtua yang seolah-olah dijual oleh Narty.

Menyerahkan diri

Narti pun menyanggah tuduhan adiknya dengan memperlihatkan sejumlah bukti. Akan tetapi, karena masih dalam kondisi emosi, Dar langsung memukul kepala kakaknya pakai potongan bata merah. Narti pun mengalami komplikasi, hingga akhirnya tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Ditanya lebih lanjut soal perselisihan warisan, Rusdy menyatakan masih akan mengembangkannya. 

"(Terkait warisan) itu sedang dalam penyidikan lebih lanjut. Nanti akan kami dalami lagi, mungkin sebelumnya ada permasalahan-permasalahan lain, sehingga emosi ini enggak tiba-tiba muncul. Korban mengalami luka di bagian kepala, sempat mau dibawa ke rumah sakit, tapi lebih dulu meninggal. Korban tewas sekali pukul di bagian belakang kepalanya," tuturnya.

Sementara itu, Dar mengaku tidak sengaja membuat kakaknya terbunuh dan menyatakan menyesal dengan kematian kakaknya. "Begitu kejadian, saya juga langsung menyerahkan diri ke Polsek Lembang," kata pria yang terlahir sebagai anak ketiga dari lima bersaudara itu. 

Menurut dia, emosinya terpancing secara spontan karena diteriaki kakaknya harus meminta izin dulu untuk mengambil bambu buat jemuran. Dar juga membantah perselisihan dengan kakaknya dipicu oleh rebutan warisan. "Waktu itu saya bangun tidur, lalu ambil bambu. Dikatai, 'Eh, ngapain ambil bambu?' Kok enggak boleh, bambu itu kan punya kita bersama. Itu bambu bekas keluarga," tuturnya.

Dar disangka dengan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. Ia diancam hukuman 7 tahun penjara.***

Baca Juga