DPR Berharap Pilpres Berlangsung Damai, Luber dan Jurdil

JAKARTA, (PRLM).- Pilpres 9 Juli 2014 nanti diharapkan akan lebih baik; berlangsung damai, umum, bebas, rahasia (Luber), jujur dan adil (Jurdil), sehingga siapapun yang terpilih sebagai presiden harus diterima oleh semua pihak, dan menghindari konflik demi kepentingan bangsa dan negara.

“DPR harus memulai usaha terwujudnya Pilpres yang Luber, Jurdil, dan damai. Karena itu, DPR mengundang para rektor, dan badan eksekutif mahasiswa (BEM) Sejabodetabek untuk menyosialisasikan pemilu damai ke seluruh perguruan tinggi negeri, swasta, dan mahasiswa se-Indonesia juga masyarakat,” tegas Ketua DPR RI Marzuki Alie pada wartawan usai menerima sejumlah rektor, BEM dan pakar politik, di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Menyadari pemilu legislatif (Pileg) 9 April 2014 lalu banyak terjadi politik uang, money politics, kecurangan, jual-beli suara yang melibatkan penyelenggara, peserta pemilu dan masyarakat, maka Pilpres harus jurdil dan luber.

Menurut Marzuki, para rektor dan mahasiswa memiliki otoritas untuk mengawal agar pemilu berlangsung secara aman dan damai. “Jadi, tanpa peran masyarakat pemilu yang aman dan damai tak akan terwujud. Ini penting, karena pemilu ini 5 tahun sekali, dan mempertaruhkan kepentingan NKRI. Di mana dua pasangan capres ini sudah terjadi polarisasi kekuatan yang mengkhawatirkan terjadi konflik. Baik sebelum maupun sesudah Pilpres 9 Juli nanti,” tambah politisi Demokrat ini.

Karena itu lanjut Marzuki, perlu kebersamaan dan kesepahaman serta komitmen untuk sama-sama mengawal pemilu yang damai, jujur, dan adil sesuai kapasitas masing-masing masyarakat. “Pemilu damai ini akan disosialisasikan ke 45 perguruan tinggi dan masyarakat se-Indonesia. Langkah ini diharapkan bisa menginspirasi pemerintah, penegak hukum tim sukses capres, dan masyarakat untuk menegakkan demokrasi,” ujarnya.

Dengan demikian kata Marzuki, siapapun yang terpilih sebagai presiden, harus diterima oleh semua pihak. “Tak perlu berlawanan satu sama lain sesama bangsa dan negara. Bahwa kepentingan bangsa dan negara harus lebih dikedepankan,” pungkasnya.

Sesuai amanat konstitusi, sebelumnya Marzuki Alie, Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa, Wakil Ketua Komisi II DPR Arief Wibowo, Chusnul Mariyah dan Reni Suwarso (Center for Election and Political Party-UI), para rektor dari PTN/PTS Sejabodetabek, Jawa Barat dan Banten di Gedung DPR RI menyepakati ‘Pemilu Damai dan Luber Jurdil’. Hadir antara lain dari UIN Syahid Jakarta, UI, Jayabaya, Universitas Tirtayasa Banten, ITB, IPB, Trisakti, Universitas Borobudur, dan lain-lain. (Sjafri Ali/A-108)***